Salam,

Putera kawan saya yang lulus suatu Universitas Tehnik di Jerman
karena berpestasi baik menjadi asisten pengajar di universitas
itu.Karena ia  belum menikah dan orang tuanya mengendaki ia segera
pulang ke Indonesia. Dengan susah payah ayahnya dapat memasukkan
bekerja di suatu industri di Bandung karena kebetulan ayahnya kenal
dengan tokoh industri itu apalagi si putera adalah semacam adik
kelasnya.

Berlangsung kurang lebih 3 bulan dan suatu malam si ayah menerima
tilpon dari puteranya, dan ayah bertanya: "bagaimana  kabarnya di
Bandung?". Jawaban si putera: "Maaf pak saya tidak tahan bekerja  di
Bandung dan sekarang sudah kembali di Aachen(Jerman) lagi.Kalau saya
bicara dengan Bapak terlebih dulu, pasti jadi ribut karena pasti
bapak tidak setuju."

Wasalam,
Wal Suparmo

 In [email protected], reni renata
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Yang saya amati, makin banyak pemuda-pemudi Indonesia yang mencari
ilmu di LN dengan biaya sendiri atau beasiswa. Mereka kebanyakan gak
tanggung-tanggung sampai doktor. Kemudian cari kerja di LN dengan
gaji yang jauh lebih besar dibandingkan dengan gaji di Indonesia.

Kirim email ke