yang lebih lucunya lagi pendapat sang panglima TNI, yang katanya "Peluru yang menewaskan tersebut adalah peluru pantulan dari tanah saat tembakan peringatan", benarkah begitu? begitu keraskah tanah di desa alas tlogo sehingga bisa memantulkan peluru yang ditembakan dari senjata. Masa' peluru pantulan bisa menembus dinding rumah Dewi Khotijah yang tertembus dadanya meninggal di dalam rumah. Kalau jendralnya saja sudah berpendapat demikian bodohnya bagaimana para prajuritnya?? wajar aja, seharusnya senjata untuk nembakin musuh eeh..dibuat untuk nembakin rakyat sendiri....
Pada tanggal 04/06/07, Bambang Soetedjo <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > Mana berani lawan musuh dan mana mau mereka mati untuk negara kan lebih > baik membunuh rakyat tak bersenjata dan tidak berdosa dengan dalih tertembak > dan bukan ditembak. Wis ngarang aja pak jenderalnya. Emangnya rakyat tolol. > Yang tolol siapa dan yang pengecut siapa? > > Salam pak Jenderal semoga bapak2 ini membela rakyat dan melindungi mereka > dan bukan menembak oh maaf tertembak oleh anak buah yang pengecut. > > Turut berduka cita sedalam dalamnya kepada keluarga korban. > > Salam prihatin > BS
