Pak Kusmayanto Kadiman, Orang sekarang ini dengan daya listrik yang sekarang saja, tinggal di Pulau Jawa ini saja sudah tidak nyaman kok Pak .
Lalu kalau Bapak memproyeksikan listrik di Pulau Jawa sampai besar2an gitu, apa Bapak menginginkan Pulau Jawa menjadi padang pasir seperti di Ngarab begitu, siiih, Pak ? Airnya saja sudah sangat menyusut, apalagi kalau Bapak akan menciptakan industri yang gila2an. Apa infrastruktur lainnya juga mendukung, to, Pak. Bapak mau menaikkan daya listrik besar2an itu mau membangun industri apa sih Pak ? Mau nambah model mall2 lagikah Pak ? Apakah Bapak tidak merasa, banyak anggota milis ini yang sudah pada sinis kepada para menteri, to Pak ? Terus bagaimana cara Bapak untuk memperbaiki citra para menteri itu, Pak ? Nurani Bapak apa juga ingin menaikkan daya listrik secara besar2an begitukah, Bapak ? [EMAIL PROTECTED] wrote: Wah... Saya jadi ngeri membaca artikel ini. Namun demikian, saya yang mengalaminya tidak merasakan peristiwanya semenakutkan itu. Demo yang pernah saya ikuti dan hadapi yang merupakan perjuangan mahasiswa sering kali lebih keras dari demo yang saya hadapi di Jepara. Merasa acara penyampaian aspirasi oleh 2 tokoh pendemo dan penjelasan saya tentang Pembelajaran Publik tentang PLTN selesai maka saya turun dari panggung (baca 3 buah meja yang dipasang berjejer menjadi pangung) dan menolak membubuhkan tandantangan didokumen yang disodorkan. Saya tidak pernah mau membubuhkan tandatangan tanpa tahu apa isi dokumen tsb. Penolakan saya ini yang kemudian diartikan dengan pendemo kecewa dengan kehadiran saya. Mengenai pintu yang didobrak itu sebetulnya terbuka satu pintu namun jumlah yang ingin masuk keruangan secara bersamaan jauh lebih banyak maka terkesan pintu didobrak. Gedung DPRD Jepara punya banyak pintu masuk dan keluar. Rombongan kami keluar salah satu pintu samping karena sudah ditunggu para kiyai PCNU untuk acara Mubahatsah yang sudah terlambat hampir 1 jam dari jadwal yang direncanakan. Sambil menanti pesawat Garuda (yang terlambat) Semarang-Jakarta saya jumpa dengan gus Dur, Yenny W dan Muslim A yang juga menghadiri acara Mubahatsah NU. Kami bincang-bincang dengan hangat tentang pro & kontra PLTN yang tentunya diselingi cerita-cerita lucu ala Gus Dur. Angka-angka daya listrik terpasang, laju pertumbuhan dan proyeksi kebutuhan yang tercantum dalam artikel ini tidak akurat walaupun tidak melenceng terlalu besar. Jabat erat, KK > Beban Puncak Listrik Tahun 2016 > > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0709/02/daerah/3810759.htm > =========================
