Teman2 yth, Yang diacu oleh Dr. Muhamad Nur ini kasus penyimpanan limbah dimana? Di Indonesia tidak ada fasilitas pengolahan limbah seperti itu. Pensiunan Bapeten, mantan inspektur pengawas limbah radioaktif pernah bilang, sampai sekarang, limbah radioaktif tidak jelas penanganannya, termasuk yang dihasilkan dari rumah sakit. Salah satunya misalnya sumber gamma (cobalt 80) yang tidak di-treat sesuai prosedur.
Jangan-jangan Dr. Nur ini ngomong soal Penyimpananan di Yucca Mountain? Sabtu, 01 September 2007 MURIA Line Limbah Nuklir Disimpan pada Kedalaman 600 Meter SEMARANG - Masyarakat tak perlu khawatir akan limbah nuklir karena limbah tersebut disimpan dalam tanah pada kedalaman 600 meter, sehingga terisolasi dari lingkungan manusia. Pakar Fisika Atom dan Nuklir Fakultas MIPA Undip, Dr Muhammad Nur DEA, mengemukakan, limbah dari operasi PLTN digolongkan menjadi 3 katagori, yakni limbah radioaktif tingkat rendah, tingkat menengah, dan tingkat tinggi. Jumlah limbah dari katagori itu keseluruhan termasuk kecil dengan tingkat persentase 70-80% karena merupakan limbah radioaktif tingkat rendah. "Jumlah limbah yang dihasilkan sangat kecil dibandingkan dengan volume limbah yang dihasilkan industri kimia atau dari pembangkitan bahan bakar fosil," tuturnya, dalam diskusi bertema "PLTN, Aspek Teknologi, dan Keselamatan", di Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW) Muhammadiyah Jateng, Jl Singosari, Semarang, Kamis (30/8) malam. Menurut dia, bahan nuklir digunakan sekali pakai. Setelah digunakan langsung disimpan tanpa olah ulang di tempat khusus. Pada dasarnya, ungkap Muhammad Nur, prinsip dasar penggunaan teknologi nuklir sebagai energi masa depan adalah untuk tujuan damai. "Yakni, mengutamakan keselamatan dan memenuhi kebutuhan energi untuk kepentingan masyarakat," jelas Pembantu Rektor IV Undip tersebut. Ia menambahkan, energi nuklir merupakan alternatif energi yang sangat mungkin dikembangkan di Indonesia. Pengembangan energi nuklir di Indonesia, tidak hanya untuk diversifikasi energi mix saja, melainkan juga untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi, khususnya energi listrik dan mengurangi beban penggunaan energi fosil. Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Drs H Marpuji Ali MSi, mengemukakan, masyarakat sebaiknya tidak terjebak dalam pro-kontra pembangunan PLTN, tanpa mengetahui duduk persoalannya. "Lebih baik kita mempelajari secara mendalam tentang nuklir secara arif dan bijaksana, dengan memadukan kajian pikir, zikir, dan hati nurani. Salah satu caranya, dengan bertanya kepada ahlinya," jelasnya. [Non-text portions of this message have been removed]
