Saya nambahain bung Iwan,
   
  Penundaan pembangunan PLTN hingga reaktor generasi ke IV benar benar ready 
untuk operasi. Chernobyl dan Tree Miles Island adalah reaktor generasi kedua 
dan yang kini lebih banyak dipakai dan mulai dibangun adalah generasi ke 3 yang 
juga belum sempurna. Mengapa tidak dimulai saja dengan eksplorasi penambangan 
sumber uranium kita dan kuasai teknologi pengayaan yang memproduksi pile pile 
bahan bakar, sehingga justru kita yang ikut menguasai pasar bahan bakar 
Uranium. 
   
  Lucu kalau teman teman yang pro PLTN menuduh yang menolak PLTN menggunakan 
argumen sebagai iman. Silahkan berkaca sendiri ! Berkali-kali sudah dikatakan, 
kita tidak menolak buta, namun argumen teman temantidak cukup kuat untuk 
diterima, dalam seluruh aspek pertimbangan. Saya kira, secara bergantian kita 
sudah cukup mendiskusikan aspek aspek itu dan yang sekarang muncul lagi selalu 
berputar putar pada hal yang sama. Dan sama sekali tidak ada hal baru yang 
betul betul meyakinkan. itu sebabnya beberapa teman, termasuk saya (keliihatan 
ibu Fau juga), akhir akhir ini menarik diri dari debat ini.
   
  Tunjukkan argumen yang meyakinkan atau pertimbangkan beberapa prakondisi 
(disini bung Iwan menyebut dua) dan mungkin yang oponen bisa jadi proponen. 
   
  Sekali lagi, kalau nekad...silahkan saja !!!!!! Toh, pemerintah dibelakang 
anda khan ?!
   
  Salam, Irry.

Iwan Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kawan kawan Pro PLTN,


Saya melihat argumen mendukung PLTN kurang fundamental dilihat dari sisi
kepentingan Indonesia. Hanya memakai acuan, Negara lain yang kebutuhannya
sangat berbeda dengan Indonesia. Saya akan coba membuka diskusi lebih
rasional untuk menolak atau menerima PLTN.

Saya akan mendukung pembangunan PLTN di Indonesia dengan dua syarat saja
dahulu lainnya menyusul. Pertama, Pemerintah menghentikan penjualan sumber
energi batubara dan gas alam. Kedua PLTN dibeli dengan cara desain, bangun,
operasi dilakukan bersama antara ahli reactor Indonesia dan Vendor PLTN.
Walaupun memerlukan waktu lama tapi Indonesia akan menguasai segala aspek
tentang PLTN, mungkin perlu waktu 10 sampai dengan 15 tahun tidak ada
masalah. Bila Dua syarat ini tidak dipenuhi pendukung PLTN atau pemerintah
berarti tidak memikirkan kepentingan rakyat banyak tetapi hanya memikirkan
kepentingan proyek saja. Berarti mari kita tolak PLTN karena alasannya tidak
jelas.

Perancis, Korea dan Jepang adalah Negara yang sumber energinya sangat
terbatas tidak bisa dibandingkan dengan Indonesia. Amerika memiliki semua
jenis sumber energi, amerika mengimpor dengan cara halus maupun kekerasan
seluruh sumber energi yang ada didunia. Sumber energi sendiri untuk
kepentingan anak cucu supaya energi tidak dihabiskan saat ini saja.
Bagaimana Pemerintah Indonesia mewariskan energi kepada anak cucu, ya
gimana nanti. Anak Cucuc mendapat warisan energi beresiko, ngotot dengan
PLTN.


Salam,
Iwan Kurniawan

Kirim email ke