Pak Azmi, YSH Mestinya Kota Palu bisa belajar dari Jakarta,...... bahwa sudah dari sejak dini harus dibangun sistem transportasi perkotaan yang MASAL, HANDAL dan terjangkau,...... model busway adalah yang paling sederhana dibandingkan model transportasi masal lainnya seperti subway,dan monorail,.. mumpung belum terlambat seperti jakarta, pemda kota palu sudah harus segera memprioritaskan ini,.. .sebelum terlambat, nanti dicaci maki pula karena bikin macet,.. padahal maksudnya baik.
B. Dwiagus Stepantoro Jakarta, INDONESIA http://bdwiagus.blogspot.com Just be open,... who knows lightning will strike!! ----- Original Message ---- From: Azmi Sirajuddin <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, November 8, 2007 1:23:11 PM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Selamat kepada Pak Lisman Manurung Kami di kota Palu, Sulawesi Tengah tidak mengerti soal Busway, Monorel dan sebagainya. Yang kami tahu bahwa, bukan saja di Jakarta, tapi mungkin di seluruh kota-kota besar Indonesia yang mengalami kemacetan harus memikirkan metode alternatif mengatasi kemacetan. Kota Palu, saat ini sudah mulai dilanda hal serupa. Mungkin 10-15 tahun ke depan, Palu akan seperti Jakarta saat ini. Apakah rencana untuk membatasi kenderaan pribadi seperti usul Pak Foke itu bisa menjadi salah satu alternatif mengatasi kemacetan? Bisakah Pak Foke konsisten dengan rencananya tersebut? Atau jangan-jangan untuk mendongkrak popularitasnya lagi pasca terpilih dalam Pilkada. lalu, jenis kenderaan pribadi mana yang mau dibatasi?. Berapa batasan untuk satu KK. Pernakah Pak Foke berpikir soal keresahan para dealer dan penjual mobil/motor jika rencanaya tersebut jadi? jangan-jangan akan mendapat protes dari pabrikan otomotif. lalu, bagaimana mensinergiskan antara isu kemacetan dengan isu polusi udara? Kesadaran mengurangi jumlah kenderaan yang berpolutan tinggi juga harus dikedepankan, ada atau tidaknya kemacetan jalan. Salam takzim dari Palu, Azmi Sirajuddin
