From: "Ratih Gandasetiawan" <[EMAIL PROTECTED]> : > : Biasanya yang dilakukan oleh petinggi-petinggi kota di : LN lebih memikirkan pelebaran jalan dan bukan : penyempitan, dalam tubuh manusiapun bila ada : penyempitan itu berbahaya. Jadi saya benar tidak paham : apa yang sebenarnya sedang terjadi di ibukota ini???? : > : tolong kirimkan masukannya ke alamat e-mail sbb: : Alumni Jerman <[EMAIL PROTECTED]> : >
Pembangunan di negara-negara lain biasanya memang direncanakan dengan rancangan tumbuh-kembang atau berkesinambungan. Di sini, lebih bergantung pada kepentingan si petinggi, sehingga pembangunan selalu tergopoh-gopoh karena yang dipikir cuma masa jabatan. Hasilnya ya tumpang-tindih dengan kepentingan pejabat sebelum-sebelumnya. Tambal sulam. Melihat ada kumpulan ahli yang merasa terpanggil memberesi kekusutan ibukota, saya cuma bisa terharu - sambil mengusulkan agar keruwetan lalulintas di JKT juga dilihat dari perencanaan kota secara keseluruhan. Seperti masalah busway misalnya, bukan cuma tidak terlihat sebagai bagian dari ibukota RI, tetapi juga memisahkan diri dari sesama fasilitas transportasi kota yang ada (bus kota, metromini, mikrolet, angkot dll). Bicara soal penyempitan, rasanya saya juga kepingin punya JKT yang alun-alunnya seperti di kota-kota seluruh Indonesia; tanpa pagar. Selamat bekerja. * City Don't Cry ~ robert plant
