Di kalangan pasar tradisional jg nggak nolak adanya pasar modern....tapi..... ada aturannya dong.. masa seberang seberangan misalnya.
Di berbagai belahan dunia . ada aturan ttg ini... tempat lokasi kedua nya itu beda.. biasanya yg sejenis Carre4 ada di pinggiran kota dan bukan di pemukiman.. nyatanya di langgar, hituang aja jarak carre4 yg di ITC Cempaka Mas dgn pasar Cempaka putih mislanya. Di Malaysia ada aturan jatah.. 1 Hypermart melayani 350 000 penduduk, kalau pakai itu aja.. di Jakarta sudah kebanyakan hypermarket.. Padaha income perkapita Malaysia jauh lebih tinggi. Mengadu Hypermarket dgn pasar tradisional ibarat mengadu juara dunia tinju kelas berat di adu dgn juara Indonesia kelas bulu. Asal tahu aja Carre4 adalah hypermarketr no 2 terbesar didunia setealah Wall Mart... kira kira sih APB perusahaannya lebih gede dr APBN negri kita. Lha tentunya aja dia punya banyak trick utk berkembang juga banyak modal. Sebaliknya .. pedagang pasar tardisional yg kumuh itu.., pedagang nya bayar retribusi, bayar pajak gelap dan terang.. tapi... nggak ada yg ngurus pasar itu .. , karena Perusahaan daerah yg membangun dan menyewakannya nggak pernah punya komitmen utk mengelola pasar tradisional dgn benar. Paling nantinya.kalao kalah bersaing . dia tutup aja pasar nya jual tanahnya ke developer Mall.. lalu di neracanya perusahaan daerah pasar itu untung gede. Pasar modern tidak terelakkan ?/ ya nggak papa juga .. asal pasar modernnya milik bangsa sendiri... Di Jepang, Hongkong Korea..Carre4 tenggelam.. pasar tradisional dan pasar modern milik lokal berjaya.. Kalo dikita naga naganya semuanya akan ditelan oleh Carre4 dan Giant ?? belum lagi mau masuk lagi raksasa retail dr negara lain. Dalam aturan PMA ... supermarket aja boleh di masuki asing.. Jangan kira .. wajar suatu persaingan antar pasar tradisional dgn pasar modern secara bebas... Soal pasar tradisional mesti dimodernkan ?? tanggungjawab siapa.. masakan tanggung jawab pedagang pasar .. yg hanya menyewa atau membeli satu kios... Perusahaan Daerahnya dong yg mengelola.... makanya maunya kami... pemda di nilai berhasil kalao kita bs amengelola pasar tardisional dgn baik.. jangan abaikan .. dgn kekuatan internasionalnya Carre4 dapat membeli barang dari mana saja di seluruh dunia... , yg nggak akan pernah bisa dibuat oleh pasar tradisional.. Akan muncul produkprivate label.. yg di abuat di LN.. yg akan hancurkan industri dalam negeri.. Di jaman yg serba bordeless ini... apa susah nya bagi Carre4 .dkk . beli sayur ,buah ,hsl olahan pertanian , baju.. dr negara lain yg termurah. Mudah saja bagi Care4 kalau ada apa apa . tinggal lari bawa duit untungnya ke LN..lha gedungnya juga nyewa di Mall.. Di malysia aturannya adlaah harus punya gedung sendiri. ,jadi ada investasinya.. Sedang kalau duit kita di belanjakan di pasar tradisional... hiduplah rakyat kita dr kelas menengah ke bawah.. Masih mau membuat persaingan bebas antara pasar tradisionaol dgn Pasar modern ?? Lucunya... sidang UNCTAD ( United Nation Conference on Trade and Distribution ) , sudah bilang bhw negara berkemabnag harus hati hati dan memperispakna dulu retail lokalnya jika mau buka mausknya retail asing. Dan itu tak dikerjakan oleh Indonesia.. Nanti disambung. Salam Haniwar At 06:37 PM 26-11-07, you wrote: >Perbandingan nilai lebih antara Carrefour dengan Pasar Pondok Labu, >menurut pendapat, pengalaman, dan pengamatan saya; > >Carrefour: >- Stok umumnya ada terus >- Harga tertera dengan jelas >- Harga cenderung stabil >- Banyak promo "Harga Termurah" >- Ber-AC >- Parkir gratis > >Pasar Pondok Labu: >- Harga umumnya lebih murah dibanding pasar modern >- Bisa ditawar >- Pelanggan lama bisa pesan dahulu >- Pelanggan lama sering disisihkan barang bagus (daging, ikan, dll) > >Saya tidak perlu memberikan perbandingan kekurangannya. Saya memilih >sesuatu berdasarkan nilai lebih yang ditawarkan; Kadang nilai lebih >itu ada pada Carrefour, kadang ada pada Pasar Pondok Labu; Karenanya >saya sampai sekarang ini tetap berbelanja ke kedua pasar. Saya yakin >banyak pembaca lain yang juga berpendapat sama. > >Kehadiran pasar modern adalah hal yang tak terelakkan. Pasar >tradisional memang pendapatannya akan menurun, tapi mestinya pasar >ini tidak akan sampai mati. Ketidaksiapan pasar tradisional >menghadapi pasar modern semestinya sudah cukup menyadarkan mereka >untuk lebih bersiap lagi di masa mendatang. > >Mungkin sekian dulu, mohon tanggapan yang lain. > >Salam, >Omar
