Mengenai Berita ini. organisasi kepemudaan tersebut apakah bisa ditangkap (karena bagi saya mereka PERLU DITANGKAP), apalagi ada salah satu yang berusaha ingin menusukkan ke orang yang pake baju putih (WAJAHnya terlihat JELAS), dan apakah perlu di BUBARKAN (menurut saya kalau sudah begini, perlu di BUBARKAN).
Ingat, cara2 begitu bukan merupakan cara2 hidup orang yang BERADAB. Thx.. From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Agus Hamonangan Sent: 04 Desember 2007 12:00 To: [email protected] Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Ormas Pemuda Keroyok Kepala Seksi Dikdas Disaksikan Para Murid dan Guru Sekolah Dasar http://www.kompas.com/kompas-cetak/0712/04/metro/4045464.htm ============================ jakarta, kompas - Sekitar 20 anggota organisasi kepemudaan mengeroyok Usman, Kepala Seksi Pendidikan Dasar Kecamatan Makasar di Kantor Dikdas Makasar, Jakarta Timur, Senin (3/12). Diduga, Usman dikeroyok karena tidak mau menyerahkan jabatannya sebagai Kepala Seksi Dikdas Makasar. Pengeroyokan terjadi ketika Usman selesai memimpin rapat dengan para kepala sekolah se- kecamatan Makasar untuk sosialisasi ujian akhir nasional. Para pemuda berseragam loreng abu- abu itu menyeret dan menarik baju Usman sehingga kancingnya terbuka. Bahkan, salah seorang pemuda mengancam akan menusuk Usman jika ia menolak masuk ke mobil milik ormas itu. Usman yang hanya ditemani sopirnya menolak ajakan untuk naik mobil itu dan akhirnya ia pergi dengan mobilnya, Kijang B 2538 EI. Bagian belakang mobilnya penyok karena ditendang salah seorang pemuda bersepatu lars. Yang menyedihkan, semua kejadian itu disaksikan para guru dan murid SDN 07 dan SDN 08 Pinang Ranti, Makasar, Jakarta Timur. Sebagian murid perempuan berteriak ketakutan melihat kekerasan itu. Mereka berlari ke luar, khawatir menjadi sasaran kekerasan. Seusai kejadian, Kepala Seksi Dikdas Makasar yang baru, Ali Amril, yang merupakan anggota senior dalam organisasi kepemudaan itu, serta beberapa kepala sekolah dimintai keterangan oleh polisi. Menurut Kepala Dinas Dikdas Sylviana Murni, Usman telah dipindahtugaskan ke Kecamatan Kelapa Gading sejak November 2006. Namun, hingga kini Usman tak bersedia pindah dan memperkarakan SK gubernur yang berisi kepindahan itu ke Pengadilan Tata Usaha Negara. "Saat sidang pertama kami kalah, tetapi kami banding dengan melampirkan bukti-bukti baru," kata Sylviana. Selama penolakan pindah ini, Usman tetap berkantor di Kantor Kepala Seksi Dikdas Makasar. Sedangkan Ali Amril berkantor di Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Edy Susamto, Kepala Sekolah SDN 03 Cipinang Melayu, mengaku mengetahui ada pergantian pejabat Kepala Seksi Dikdas Makasar. Namun dia bersedia hadir dalam rapat yang diadakan Usman karena berkaitan dengan kepentingan siswa. "Kami ini cuma bawahan. Kalau ada undangan penting, ya kami datang, tidak peduli siapa yang mengundang. Kalau memang pejabatnya sekarang Pak Ali, kenapa yang di kantor itu Pak Usman," kata Edy. Adanya dua pejabat ini tentu saja membuat kepala sekolah di Kecamatan Makasar kebingungan. Apabila ada surat-surat yang harus ditandatangani Kepala Seksi Dikdas, mereka membuat dua surat. Yang satu ditandatangani Usman, yang satu lagi ditandatangani Ali. "Kami diancam kalau tidak mau ikut Usman," kata Vina, salah seorang guru. (ARN) [Non-text portions of this message have been removed]
