Setuju, bubarkan Ormas Pemuda tsb.

Selain Ormas Pemuda tsb., yang perlu dibubarkan dan diproses secara hukum, 
menurut saya kedua pejabat Kepala seksi Dikdas tersebut perlu diusut, bahkan 
dipecat.

Saya tidak melihat tayangan tsb., dan belum tahu persis apa penyebabnya, namun 
kalau penyebabnya seperti yang diberitakan itu, jelas terlihat bahwa kedua 
pejabat tsb., bermasalah.
1) Pejabat lama (diduga) tidak mau menyerahkan jabatannya. Kalau dia sudah 
habis masa jabatannya, kenapa tidak mau menyerahkan jabatannya? Belum balik 
modal?
2) Pejabat baru kok pake cara preman? Kenapa tidak diserahkan saja 
penyelesaiannya pada pemerintah yang mengeluarkan SK pengangkatannya? Sebagai 
anggota senior dalam organisasi pemuda tsb., apa yang dia ajarkan pada anggota 
yg lebih muda? 

Jadi, menurut saya kedua pejabat tsb., sama-sama tidak beres. 
Sikap yang ditunjukkan oleh keduanya jauh sekali dari sikap pendidik. Meskipun 
keduanya bukan guru, namun sebagai pejabat di lingkungan pendidikan (entah 
dasar, menengah dan atas) haruslah punya sikap pendidik.
Sebagai pejabat di Diknas, keduanya mestinya bisa menjadi teladan bagi generasi 
muda, bagi anak-anak. Dengan kejadian itu menjadi jelas, bahwa keduanya tidak 
memiliki karakter yang pantas untuk diteladani.

Maka cara yang tepat penyelesaiannya: keduanya dipecat saja.

Pantas mutu pendidikan kita makin merosot. Tidak salah alau PBB menurunkan 
peringkat mutu sekolah kita. Pejabat yang mestinya mengurus pendidikan malah 
kerjanya hanya rebutan jabatan.

Tambahan: Karena kejadiannya masih terbilang di halaman kantor Mendiknas, lalu 
apa kata Beliau?

Prihatin.

Salam
Mulyadi


Suhaimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               Kebetulan saya 
sempat menonton kejadian tersebut bersama keluarga (saya, istri dan kedua putri 
saya (kls 2 & 7) melaui siaran Seputar Indonesia kemaren.
 
 Saya sangat-sangat prihatin melihat perilaku tersebut, sepertinya negeri ini 
sudah menjadi negeri preman !
 anak-anakku pada bertanya siapa sich mereka itu yah ? Polisi, Tentara atau 
Hansip ?  
 
 Terlepas salah atau benar (Sang Kaseksidinnas) tsb, menurutku perbuatan tsb 
sudah merupakan perbuatan "Penghinaan" terhadap negara. 
 Tidak ada jalan lain kecuali "Bubarkan" ormas-ormas seperti itu.
 
 Salam prihatin,
 Suhaimi
 
 

Kirim email ke