Bung Anton, 
  Kalau anda ikut beruntung karena pernah bersepekulasi dengan membeli saham 
BUMI dari Bakrie Groep ya sah-sah saja. Itu rejeki anda karena 
"tangguhan/perhitungannya tepat!" Ical jadi kaya raya karena menekuni sektor 
ekonomi yang lagi boom ya sah-sah saja. Yang penting sebagai tokoh 
nasional,petinggi negara dan sekaligus orang kaya Ical harus menujukkan         
" fairness and gentlemanship" nya. Caranya mudah saja  : 1. Bayar kompensasi/ 
ganti rugi para korban lumpur sesuai dengan tuntutan korban dengan segera., 2. 
Biayai penutupan semburan lumpur di Porong dengan mendayagunakan teknologi 
Relief Well sesuai konsep Dr. Ir Rudi Rubiandini (ITB) dengan menujuk pelaksana 
yang profesional dan independen ( Dana penutupan semburan lumpur di kuasakan 
kepada lembaga masyarakat yang independen) dan 3. Upayakan rehabilitasi 
lingkungan dan infra struktur phisik, sosial dan ekonomi semaksimal mungkin.
  Kalau itu dikerjakan Ical saya pribadi akan berdoa agar harta kekayaan yang 
dimilikinya barokah dan dia insyaallah  khusnul khotimah. Salam perjuangan Tjuk 
Kasturi Sukiadi (Sekjen Forum Kebersamaan Penanggulangan Bencana Negara) 

anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Tapi Bakrie kan banyak biayai orang-orang untuk sekolah, beasiswa ke 
luar negeri, dana Bakrie haram nggak sih, minta fatwanya dong...?

Dulu saya sempat pegang saham BUMI punyanya Bakrie, udah untung sih, 
tapi saya malu karena Pak Magnis Suseno, nolak duit bakrie. Jadi 
saya bingung, nih menurut anda, pegang saham Bakrie or terima dana 
dari Bakrie haram nggak sih? 

Apa masih layak kita dapat untung dari dana Bakrie, tapi saudara-
saudara kita masih keleleran di los-los pasar gara-gara Lapindo, 
sementara sebagian dari kita kecipratan uangnya Bakrie, baik dari 
saham atau duit buat sekolah. Gimana ada yang bisa menjawab, baiknya 
gimana?

Apa ada Fatwa MUI tentang ini, berani nggak MUI keluarkan fatwa dana 
Bakrie haram sebelum kasus Lapindo selesai?

ANTON

Kirim email ke