BUMI sih saya tidak berspekulasi, Pak ...tapi investasi karena saya
sudah menghitungnya sejak 2003 tapi punya duitnya baru 2004. Eh,
ndilalah naik...
sekarang saya masih pegang ELTY dan BTEL untuk group Bakrie.

Yang saya mau tanya, apa bener yang dihitung FORBES itu uangnya
Bakrie beneran, apa tidak mungkin Bakrie Group hanya pegang duit itu
sebagai Proxy Fund dari dana-dana asing, yang kebetulan Bakrie
masukin ke proyek-proyek menguntungkan di Indonesia, jadi Bakrie
hanya Manajer Investasi dari dana asing, kalau itu yang terjadi yah
Bakrie bukan orang terkaya, tapi pengelola dana terbesar.

Kalau orang terkaya di Indonesia mungkin saja Wilmar Sitorus, yang
punya jutaan hektar ladang sawit, secara prospek bahkan dia bisa
menjadi salah satu orang terkaya di dunia, bila biofuel menjadi
realitas sumber energi baru....

ANTON

View My Blog :

http://anton-djakarta.blogspot.com



--- In [email protected], tjuk kasturi sukiadi
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Bung Anton,
>   Kalau anda ikut beruntung karena pernah bersepekulasi dengan
membeli saham BUMI dari Bakrie Groep ya sah-sah saja. Itu rejeki
anda karena "tangguhan/perhitungannya tepat!" Ical jadi kaya raya
karena menekuni sektor ekonomi yang lagi boom ya sah-sah saja. Yang
penting sebagai tokoh nasional,petinggi negara dan sekaligus orang
kaya Ical harus menujukkan         " fairness and gentlemanship"
nya. Caranya mudah saja  : 1. Bayar kompensasi/ ganti rugi para
korban lumpur sesuai dengan tuntutan korban dengan segera., 2.
Biayai penutupan semburan lumpur di Porong dengan mendayagunakan
teknologi Relief Well sesuai konsep Dr. Ir Rudi Rubiandini (ITB)
dengan menujuk pelaksana yang profesional dan independen ( Dana
penutupan semburan lumpur di kuasakan kepada lembaga masyarakat yang
independen) dan 3. Upayakan rehabilitasi lingkungan dan infra
struktur phisik, sosial dan ekonomi semaksimal mungkin.
>   Kalau itu dikerjakan Ical saya pribadi akan berdoa agar harta
kekayaan yang dimilikinya barokah dan dia insyaallah  khusnul
khotimah.

Salam perjuangan
Tjuk Kasturi Sukiadi (Sekjen Forum
Kebersamaan Penanggulangan Bencana Negara)

Kirim email ke