Rekan FPK-wan
 
 Majalah "Forbes" edisi tanggal 24 Desember 2007 terasa seperti telah memberi 
Hadiah Natal. Banyak orang Indonesia bangga (tentu saja yang bersangkutan) 
bahwa mereka bisa meraup kekayaan sebesar itu. Tapi, bagi sebagian besar rakyat 
Indonesia berita ini tidak berbeda dengan  Bom Natal!  Mereka kaya di tengah 
lautan kemiskinan. Dalam hal ini tidak perlu berdebat tentang statistik, dari 
BPS atau dari mana, cukup membuka mata.  Gereja Katolik, 40 tahun lalu, dalam 
dokumen "Gaudium et Spes" sudah menulis: "Ada hak yang mengatakan bahwa setiap 
orang dan keluarganya berhak mendapat bagian dari barang-barang yang ada di 
dunia ... Kalau seseorang  berada dalam keadaan kebutuhan yang amat mendesak, 
dia mempunyai hak untuk mengambil dari kekayaan yang dimiliki oleh orang lain 
itu demi memenuhi kebutuhannya." (GS, 69) Ini sebuah pernyataan yang luar biasa 
untuk waktu itu, dan masih juga untuk sekarang. 

Salam
iww

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke