*Intermezzo* Ass.Wr.Wb.
Ngomong-ngomong apa sudah pernah lewat di belakang atau mengikuti dari belakang Bis Transjakarta? Nyaman loh, tidak merasa ada polusi, rasanya seperti baru keluar dari kamar mandi yang beruap, coba deh rasain. Ini yang namanya bebas polusi. Wassalam Mamang 2008/4/3 Eric Soesilo <[EMAIL PROTECTED]>: > Hehehe anda rupanya suka sekali dengan kata goblok ya :) gpp bung anton, > besar kemungkinannya memang anda pintar sekali dan yang lainnya goblok :)) > > Hm masalah busway, kata siapa, saya dan kawan2 yang mengkritik tidak > senang jika busway berhasil dan bisa sebagai lokomotif penarik alat2 > transportasi umum yang lain menjadi lebih baik dan teratur ? Saya pasti juga > senang pak, masa ndak mau transportasi umum di negara ini bisa seperti di > luar negeri. > > Masalahnya menurut pengamatan saya, mentalitas para pejabat kita dan > pengelola busway itu tidak cocok dengan apa yang kita inginkan itu. Lihat > saja jalan busway, banyak yang rusak, bongkar sana bongkar sini, itu kan > ujung2nya pemborosan uang negara yang disengaja. Meminjam kata bung anton, > segitu "goblok"nya kah para designer sistem busway yang dipakai pemerintah > kota jakarta untuk mendesign jalur busway ? Saya yakin sih nggak ya, wong > banyak yang bergelar s2 dan s3 pastinya. > > Belum ditambah masalah maintenance armada transjakarta, makin lama makin > jelek, sering mogok dan ditambah ada yang kebakar baru2 ini. Apa ini bukan > termasuk yang disengaja ? Operator yang terdiri dari beberapa perusahan bus > yang sudah "bangkotan" ngurusin begituan, masa ndak ngerti cara maintenance > armada bus yang baik sih. Apa ini bukan berarti supaya akan segera ada > tender bus lagi, yang ujung2nya korupsi lagi. > > nah sekarang bagaimana mau diam aja kalau melihat perkembangan yang > mengkhawatirkan seperti itu ? Ini menyangkut duit masyarakat pak, jangan > hanya berpikir dari sudut pandang pengguna busway saja. > > asal bung anton tahu ya, sebesar apapun pengorbanan pengguna busway, tetap > lebih besar pengorbanan orang yang tidak menggunakan busway. Misal Saya > tidak menggunakan busway, mau muter tol lingkar luar sampai manapun, saya > ndak ngeluh kok, lewat dalam kota bermacet2 ria di jalan raya yang sebagian > ruasnya disumbangkan untuk busway, juga nggak masalah juga, kan ndak pake > coba2 nerobos jalur busway, walau kadang2 diperbolehkan oleh pak polisi. > > jadi ndak perlu karena anda / ada orang yang rutin menggunakan busway trus > menganggap orang yang tidak menggunakan busway adalah orang yang tidak > support dengan keberadaan busway dan yang menggunakan busway adalah pahlawan > bebas kemacetan, setiap orang bebas punya pilihan masing2 untuk > bertransportasi, yang dirasa cocok dengan kebutuhannya termasuk kebutuhan > akan rasa aman dan nyaman dan masing2 juga membayar untuk itu. Apa pengguna > kendaraan pribadi meminta sesuatu dari pengguna busway ? Yang ada pengguna > busway lah yang banyak meminta sesuatu dari pengguna kendaraan pribadi, dan > kami rela untuk kemajuan transportasi umum di indonesia tercinta ini. > > Apa kebebasan untuk memilih di negara ini mau dihilangkan ? > > ingat bung anton, ya saya kritik bukan sistem buswaynya, yang saja kritik > itu bagaimana pengelolaannya... Bagaimana supaya busway tidak menjadi sapi > perahan rezim yang sekarang... Yang sudah pasti itu susunya kita semua :) > > > Best Regards, > > Eric Soesilo > [EMAIL PROTECTED] > YM : ericsoesilo > > Sent from my E61i > Powered by I-Sat Blackberry
