Kasihan. Kenapa kaum perempuan terus yang jadi sasaran peraturan
sejenis ini? Gembok dua-duanya doong. Kenapa hanya sepihak?

Salam,
Agatha


--- In [email protected], Lasma siregar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Membaca kisah ini bagaikan kita berada di Afghanistan
> bersama Taliban bukannya di Batu/Jawa Timur yang sejuk,
> indah, terkenal dengan apel-nya...
>
> Apakah pemerintah kota Batu ini kurang kerjaan hingga perlu
> ngurusin celana dalam para tukang pijat perempuan dengan
> gembok menggemboknya?
>
> Inikan urusan pribadi mereka?
> Apakah perlu digembok atau tidak, bukanlah urusan para pejabat
> kota Batu yang nampaknya kurang kerjaan...
> Bagaimana pendapat kalian, setuju dengan gembok ini atau tidak?
>
> Salam
> :=))
> Las

Kirim email ke