Agatha, Biasa......karena enggak bisa mengerem diri sendiri, maka yang dijadikan "sasaran" ya gender yang lain-nya. Sangat khas tipe yang beginian, bukan? Alasan-nya selalu untuk "moral".....lagi lagi "moral"......Apa gak bisa menjaga "moral" diri sendiri saja? Salam, Yuli
Agatha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kasihan. Kenapa kaum perempuan terus yang jadi sasaran peraturan
sejenis ini? Gembok dua-duanya doong. Kenapa hanya sepihak?
Salam,
Agatha
