di beberapa negara di luar negeri adalah suatu hal yang "tabu" untuk meng-import produk luar negeri 100%, seperti apa yang dilakukan oleh pemerintah daerah DKI, mendatangkan kendaraan bus daewoo dari korea.
mengingat kota di indonesia tidak hanya sebatas kota jakarta, saya yakin kota-kota lainnya mulai dari kota provinsi, kota kabupaten sampai kota kecamatan, pastilah ingin juga memiliki bus gandeng yang nyaman itu. untuk memenuhi seluruh kebutuhan dalam negeri di kemudian hari akankah pemerintah provinsi di indonesia berlomba-lomba mengimport seluruh transportasi masal ini secara utuh (built-in) dari luar negeri seperti mengajukan permohonan pengadaan kendaraan pemadam kendaraan, yang sebagian gubernurnya bermasalah karena kasus mark-up. perusahan lokal karoseri bus mungkin perlu untuk di libatkan untuk pemenuhan dalam negeri jangka panjang agar jangan sampai negeri kita ini hanya berbangga sebagai bangsa yang hanya bisa beli produk luar negeri saja dan tanpa pernah bisa membuatnya. ============== --- In [email protected], "Agus Hamonangan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > JAKARTA, MINGGU - Ternyata bukan hanya pejabat pemerintahan daerah DKI > Jakarta dan wartawan yang berebut mencoba bus gandeng TransJakarta > yang beroperasi pada hari Minggu ini (8/6). Sejumlah warga ibu kota > juga penasaran dengan "barang" baru dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta > tersebut. Contohnya, pasangan suami-istri asal Kalimantan, Achmad > Sanusi dan Cendrawati. > > Pagi ini mereka sengaja datang ke Halte Ancol dari rumah saudaranya di > Pasar Rebo Jakarta Timur untuk merasakan nikmatnya naik bus gandeng > TransJakarta. "Kebetulan kami sedang di Jakarta, tinggal di rumah > saudara. Tadi pagi, bapak baca koran, ada tentang peresmian busway. > Terus bapak ngajakin ke sini. Pengen ngerasain busway baru," ujar > Cendrawati kepada KOMPAS.com, di tengah kerumunan orang yang > berdesakan naik bus gandeng, Minggu (8/6). > > Harapan Achmad, bus gandeng ini akan mempermudah warga, terutama > pendatang, untuk berkeliling Jakarta dengan aman dan nyaman, mengingat > bus ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang tidak ada di bus > umum lainnya. "Saya kalau kemana-mana memang pake busway kok. Daripada > naik kendaraan pribadi, mending jalan-jalan dengan busway ini. > Kemarin-kemarin saya ngantri panjang di halte, dengan adanya bus > gandeng, mudah-mudahan lebih mudah," tuturnya. > > Dia berharap pemerintah tidak akan menaikkan tarif busway, sebab > angkutan ini menggunakan bahan bakar gas seperti angkutan umum > konvensional. "Kalau naiknya Rp4.000 sih enggak apa-apa, soalnya > nyaman, AC lagi," jelasnya. > > Dia menyarankan agar pemerintah menyediakan petugas keamanan dari > kepolisian untuk berjaga di tempat tunggu halte. Ini, lanjutnya, untuk > mengurangi tindak kejahatan di busway dan menambah kenyamanan > masyarakat. Achmad mengaku pernah kecopetan saat menunggu busway di > halte dan itu membuatnya agak trauma. "Kalau sudah di dalam sih nyaman > ya. Tapi pas di luar itu lho. Makanya, sekarang HP selalu saya kasih > gantungan, biar kalau diambil terasa," ujarnya.(BOB) > > BOB > Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network > > http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/08/13455022/nikmatnya.bus.gandeng.transjakarta >
