Transportasi umum yang nyaman, ekonomis, massal, cepat, dan dapat menjangkau seluruh kota. Juga mengurangi polusi udara. Kapan kota-kota lain menyusul ya?
Salam, Iwan http://iwansyahril.blogspot.com "Good teachers are costly, but bad teachers cost more" (Bob Talbert) ----- Original Message ---- From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, June 8, 2008 9:02:54 AM Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Nikmatnya Bus Gandeng TransJakarta JAKARTA, MINGGU - Ternyata bukan hanya pejabat pemerintahan daerah DKI Jakarta dan wartawan yang berebut mencoba bus gandeng TransJakarta yang beroperasi pada hari Minggu ini (8/6). Sejumlah warga ibu kota juga penasaran dengan "barang" baru dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta tersebut. Contohnya, pasangan suami-istri asal Kalimantan, Achmad Sanusi dan Cendrawati. Pagi ini mereka sengaja datang ke Halte Ancol dari rumah saudaranya di Pasar Rebo Jakarta Timur untuk merasakan nikmatnya naik bus gandeng TransJakarta. "Kebetulan kami sedang di Jakarta, tinggal di rumah saudara. Tadi pagi, bapak baca koran, ada tentang peresmian busway. Terus bapak ngajakin ke sini. Pengen ngerasain busway baru," ujar Cendrawati kepada KOMPAS.com, di tengah kerumunan orang yang berdesakan naik bus gandeng, Minggu (8/6). Harapan Achmad, bus gandeng ini akan mempermudah warga, terutama pendatang, untuk berkeliling Jakarta dengan aman dan nyaman, mengingat bus ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang tidak ada di bus umum lainnya. "Saya kalau kemana-mana memang pake busway kok. Daripada naik kendaraan pribadi, mending jalan-jalan dengan busway ini. Kemarin-kemarin saya ngantri panjang di halte, dengan adanya bus gandeng, mudah-mudahan lebih mudah," tuturnya. Dia berharap pemerintah tidak akan menaikkan tarif busway, sebab angkutan ini menggunakan bahan bakar gas seperti angkutan umum konvensional. "Kalau naiknya Rp4.000 sih enggak apa-apa, soalnya nyaman, AC lagi," jelasnya. Dia menyarankan agar pemerintah menyediakan petugas keamanan dari kepolisian untuk berjaga di tempat tunggu halte. Ini, lanjutnya, untuk mengurangi tindak kejahatan di busway dan menambah kenyamanan masyarakat. Achmad mengaku pernah kecopetan saat menunggu busway di halte dan itu membuatnya agak trauma. "Kalau sudah di dalam sih nyaman ya. Tapi pas di luar itu lho. Makanya, sekarang HP selalu saya kasih gantungan, biar kalau diambil terasa," ujarnya.(BOB) BOB Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network http://www.kompas. com/read/ xml/2008/ 06/08/13455022/ nikmatnya. bus.gandeng. transjakarta [Non-text portions of this message have been removed]
