Mbak Gadis dan Bung Patrick,
Suatu pembelajaran yang baik untuk mendewasakan cara berpolitik di Indonesia yang masih belajar berdemokrasi.Meskipun Amerika sendiri sedang belajar sekarang dengan unsur baru yaitu gender,pemberdayaan usaha kecil dan anti korupsi di bidang judicial,kepolisian dan birokrasi. Life is learning ........dimana saja. Perdebatan tentang substansi,prioritas bangsa,serta kebijakan yang akan diambil seandaikan� terpilih.Jadi tidak bingung begitu terpilih jadi pemimpin. Ada sesuatu pernyataan Obama yang menarik tentang Mc.Cain yaitu pengertian tentang suara masyarakat Amerika.Disana kalau debat bisa tembak langsung rupanya. Beliau mengatakan bahwa McCain care for American people ;namun sbb ; It's not because he does not care, It is because he doesn't get it. Mohon tanggapan Mbak Gadis dan Bung Patrick tentang statement tersebut. Interpretasi saya adalah Mc Cain mengerti apa yang diinginkan masyarakat namun dia tidak mengerti cara mengatasinnya. Mirip dengan Indonesia pemimpin baru pada tahap mengerti tujuan dan kehendak namun tak tahu bagaimana caranya untuk mencapai rakyat sejahtera,cerdas dan damai bahkan mendukung perdamaian dunia. Contoh himbauan PHK oleh .....Seorang Menteri yang tidak mempunyai strategi bagaimana menciptakan kerja.How,where,when....... Kalau mengikuti gaya orang Bandung ungkapan mirip berikut ; Siga monyet ......ngagugulung kelapa. He didn't get it. Namun juga bisa lebih parah "they didn't care about the people voice"....lebih parah lagi, karena sangat naifnya yaitu melihat kedudukan atau jabatan sebagai birokrat campur feodal dan sakral sehingga posisi Presiden misalnya yang dilihat hanya fasilitasnya dan bukan amanahnya. Bukan pada prioritas bangsa.Bahasa sononya, priority, policy and principles,3P. Terima kasih kepada Mbak Gadis dan Bung Patric yang memberikan wawasan dan benchmarking tentang cara ber-Pilpres di negara lain. --- On Sun, 8/31/08, Patrick Hutapea <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Patrick Hutapea <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Amerika Berlomba Membuat Sejarah: Perebutan Antara Ras dan Gender To: [email protected] Date: Sunday, August 31, 2008, 5:41 AM Mbak Gadis Arivia, Saya setuju, situasi Pilpres AS selalu melibatkan perdebatan substansial, kebijakan vs kebijakan. Intinya, lebih meruncing & intisari dari kontestasi politik di AS jauh lebih bermakna daripada di Indonesia. Di Indonesia hanya perang papan iklan/reklame, spanduk dgn slogan-slogan hampa, dll. Intinya, jangan harapkan persaingan politik meruncing kepada perdebatan 'platform' politik masing-masing. Yang saya maksud dgn 'the great divide' adalah masyarakat AS terpecah-belah. Mohon koreksi bila saya salah, perpecahbelahan itu mirip dgn masyarakat Indonesia sewaktu menghadapi fenomena Jemaat Ahmadiyah! Salam, Patrick Hutapea
