hahahaha, kalau di amrik sana tuh, janji capres bisa ditagih, tapi disin nih
janji-janji capres  itu bisa dibantah seenaknya aja, sebodoh teuing neng ,
kumaha eungkeh kang ! (eh enggak salah nulisnya ya ?) salambambangsulistomo


2008/9/1 Gadis Arivia <[EMAIL PROTECTED]>

>   Hi Patrick,
>
> Panggil saya gadis saja.� Saya pikir tidak ada pecah belah dalam pilpres
> Amerika yang ada adalah kontras antara kandidat satu dengan yang lainnya.�
> Kontras ini dikehendaki oleh rakyat Amerika agar mereka jelas apa bedanya
> Obama dengan McCain.� Misalnya dalam konteks Indonesia, apa bedanya program
> Megawati dengan SBY atau�Fadjroel Rahman�misalnya.� Ini penting untuk
> menentukan siapakah yang layak mendapatkan suara mereka atau siapakah yang
> layak menjadi presiden.� Kalau kita tidak bisa mengkontraskan kandidat satu
> dengan lainnya, maka, kita sesungguhnya tidak tahu visi dan misi
> masing-masing kandidat.� Sama pula dengan partai, kontras penting agar kita
> bisa membedakan tujuan dan program PDIP dengan PKS atau Golkar misalnya.�
> Kalau tujuan, misi dan program semua partai sama lantas mengapa harus ada
> pemilihan?� Kalau kita tidak bisa membedakan antara PKS dengan Golkar atau
> PDIP dengan HANURA, maka kita tidak tahu sesungguhnya Indonesia akan mereka
> bawa kemana.� Politik pun akhirnya tidak dikelola dengan akal sehat tapi
> sebatas nafsu kuasa.
>
> Menurut saya di Indonesia, kontras ini yang belum ada dari satu partai ke
> partai lainnya atau dari satu kandidat ke kandidat lainnya.� Karena tidak
> ada kontras maka perdebatan hanya seputar figur dan bukan program yang
> diusung masing-masing kandidat.� Dan karena persoalannya�hanya masalah�figur
> maka tidak ada perdebatan substansial, semua berjalan sangat artifisial,
> palsu, akhirnya yang dipikirkan partai hanya umbul2 itu atau yang dipikirkan
> calon kandidat hanya gambar iklan diri yang gede2 itu.
>
> Soal perbedaan pendapat dan kontras yang ada�antara partai Republik dan
> Demokrat di AS tidak bisa disamakan dengan persoalan Ahmadiyah di
> Indonesia.� Perbedaan pendapat di AS tidak menimbulkan kekerasan, tidak ada
> bakar-bakaran atau membubarkan masjid apalagi menerbitkan SKB.� Dua kandidat
> yang tadinya merebut nominasi partai seperti Hillary dan Obama pun di dalam
> konvensi bersatu, memperkuat dan mempertajam program partai mereka agar bisa
> terlihat kontras yang jelas dengan partai saingan mereka.
>
> Demikian pendapat saya.
>
> Cheers,
> gadis arivia.

Kirim email ke