Bung Anton Suatu trade-off yang romantis sekali.
Basis saya Masyumi, tidak pernah dan tidak mampu Masyumi-NU-PSI membangun tembok itu, justru sebaliknya PKI-lah yang memiliki akses tidak terhingga (Namun tidak melakukannya) dan bahkan mampu membentengi akses ke BK (jadi tidak benar dibiarkan mengekor BK, justru itu menjadi ketidaksukaan dan kecemburuan hingga eksesnya diterima oleh Moh. Natsir). Ilmi 2008/9/11 anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> > Saya bingung Jefferson dibilang kanan, karena humanisme Jefferson > adalah sumber inspirasi dari tulisan-tulisan Marx muda, Marx ketika > tahun 1840-1848 tidak pernah sama sekali menyebut-nyebut Amerika > Serikat sebagai contoh buruk suatu negara. Marx hanya menyoroti > Perancis dan Inggris. > > Dan tahukah kenapa Kapitalisme Liberal masih bertahan sampai > sekarang, karena mereka beladjar sungguh-sungguh dari Marx. Marx pula- > alh yang membuka bab pikiran "Kesengsaraan Meluas" akibat meluapnya > Kapital yang dikomodifikasi dalam bentuk uang Marx meramalkan inilah > yang akan membuat kehancuran Kapitalisme dan dalam bayangan Marx > sesuai dengan realitas jang ia liat di abad 19 ada barisan buruh jang > merampas pabrik-pabrik namun hal ini tidak terdjadi karena muntjulnja > Keynes, oleh Keynes hal ini kemudian menyarankan peran Negara untuk > mengintervensi, jadi "Kesengsaraan yang meluas" menurut tesis Marx > dimentahkan oleh Keynes bahwa itu hanyalah "Pergeseran Equilibrum" > dan teori itu mendapat momentumnya pada saat depresi 1929, yang > dibuat gara-gara Presiden Harding terlalu banyak melakukan kesalahan- > kesalahan kebidjakan ekonomi. Ketika FDR berkuasa, sebelumnja lewat > beberapa akademisi dari Harvard yang membawa buku General Theories- > nya Keynes, FDR membumikan gagasan Keynes, maka dia membangun gerakan > politik paling praksis, Gerakan ini disebut "Kesepakatan Baru" > atau "New Deal" apa yang dilakukan FDR adalah contoh bagaimana sebuah > teori bisa mencapai tataran praksisnya dalam kesempurnaan. Dari situ > kita harus banyak belajar, bahwa kita harus pandai-pandai beladjar > bagaimana caranya mengadopsi pemikiran-pemikiran yang cocok untuk > Indonesia, pertama kali adalah dengan : > > 1. Menganatomi problem-problem pokok itu > > 2. Membuat peta sejarahnya kenapa problem itu berkembang > > 3. Membaca semua referensi yang kemungkinan bisa membongkar habis > problem-problem pokok > > 4. Memiliki gerakan-gerakan yang sudah paham akan problem dan jalan > pemecahannya, lalu membangun front di kalangan elite dan membentuk > sebarisan elite yang kuat (inilah yang tidak dilakukan PKI semasa > jayanya, dan ini juga adalah hasil dari pemikiran kelompok PSI dimana > mereka tau, selama kaum elite tidak dikuasai, maka selama itu pula > Gerakan Politik akan gagal. Untuk itu walaupun PKI mendapat tempat > nomor empat dalam Pemilu 1955, kelompok Masjumi-PNI-NU-PSI mengisolir > PKI membangun barisan elite dan dibiarkan mengekor pada Bung Karno) > > 5. Membangun gerakan masjarakat yang paham budaya tapi tidak > konfrontatif. > > 6. Mempraktekkan gerakan penyadaran-penyadaran dengan membentuk > kantong-kantong kader. Inilah yang dibuat Hatta dalam PNI- > Baru/Pendidikan. Jang dibajangkannya dari gerakan Partai Kaderlah > akan terbentuk elite Indonesia, dan dugaan ini kemudian menjadi benar > ketika AK Gani mampu membangun satelit-satelit gerakan anak muda yang > paham persoalan dan mampu membentuk sebarisan elite, walaupun > kemudian di fait accompli oleh segerombolan Perwira PETA yang > kemudian juga menjadi elite). > > 7. Membangun basis-basis ekonomi rakyat dengan membuka ruang kapital > yang didapat dari merebut sumber-sumber Kapital yang dikuasai asing > atau dibangun atas kontrak karya yang tidak benar. > > 8. Menghidupkan sehidup-hidupnya Masjarakat dan Pergerakan Rakjat > apapun bentuknya, karena dari masjarakat jang hidup akan timbul > dinamika. > > Anton
