Hebat ini baru pejuang sejati...membantu orang dengan upaya sendiri...bukan meminta bantuan dana dari sana sini...dengan retorika ingin membantu orang lain... Untuk berjuang dan menciptakan suatu perubahan memang tidak mungkin dilakukan orang - perorang. Tetapi harus bersama-sama. Namun sayangnya banyak tokoh, hanya mengedepankan egonya...bahwa dirinyalah yang paling pantas memimpin didepan, bahwa dirinyalah yang tahu kebenaran...Hakekat berjuang bukanlah mengedepankan nama pribadi, melainkan nilai yang kita perjuangkan. Mau nama kita dilihat atau tidak..bukan tujuan utama. Nilai-nilai inilah yang telah hilang dari sebagian anak-anak Bangsa. Kita bisa Merdeka karena kita bergerak untuk tujuan yang sama...tetapi Negeri yang kaya ini tidak juga makmur setelah Merdeka, karea pejuangannya tidak lagi bergerak untuk tujuan yang sama melainkan mengedepankan nafsunya, kelompoknya dan kroninya... Yang menjadi pertanyaan? dulu sebelum Merdeka kita hanya punya sedikit Sarjana, tapi sekarang setelah Merdeka begitu banyak Sarjana dan orang pintar di Negeri ini...tapi kok rakyat negeri ini gak makmur -makmur...Rakyat mulai hidup dari sampah dan makan sampah....Ironis...Berjuang bukan untuk di pikirkan dan dibicarakan dan juga bukan untuk dirasakan. Melainkan di Lakasanakan. Kata WS. Rendra, " Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata" kalau hanya merasakan dan membicarakan saja...silahkan tanya pada nurani bukan julmani. Salam RB --- On Sun, 14/9/08, Bambang Sulistomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Bambang Sulistomo <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Mengenang Pram...mengenang PRD di tahun 1999 To: [email protected] Date: Sunday, 14 September, 2008, 11:34 AM om anton yang baik, saya ini dulu memang pernah dicap "kiri" karena dengan Lsm saya banyak membela kasus-kasus perburuhan. diseluruh wilayah tanah air, tapi yang paling banyak adalah masalah ketidak-adilan pada buruh yang saya bela itu, ada diwilayah jabodetabek. pada waktu itu, apapun tuntutan buruh, pasti ber-akhir pada phk (meskipun tuntutan-nya itu sebenarnya berdasarkan uu atau peraturan berlaku lho om) kalau petugas disnaker, depnaker, atau p4d dan p4p (dulu belum ada pengadilan perburuhan om), sudah menyatakan bahwa hubungan pengusaha dan buruh sudah TIDAK HARMONIS lagi, maka pengusaha langsung di-izinkan melakukan phk pada buruhnya. nah , itulah om, saya menentang pernyataan "sepihak" tentang ukuran "tidak harmonis" itu. apakah suatu saat si-buruh juga bisa minta agar pengusaha merubah "kondisi nasib" buruh-nya, dengan menyatakan bahwa hubungannya dengan si-pengusaha tidak harmonis lagi ? tentu pada masa orde baru itu tidak mungkin om waktu itu kita juga sering membela petani yang tanahnya "direkayasa untuk dirampas" oleh para pemilik modal. artinya paling tidak tanah itu dibeli dengan harga "super-murah" , melalui kerjasama pemodal itu dengan aparat desa, kecamatam, kabupatren sampai propinsi dan pusat negara. masa itu jangan harap ada aparat badan pertanahan mau membela para petani. apalagi yang namanya pengadilan negeri, jangan ber-mimpi" akan membela petani miskin om ! tapi sampai saat ini pun , kelakuan aparat desa, kecamatan, pengadilan, badan pertanahan tidak jauh beda dengan masa itu . apalagi masih banyak rakyat kecil yang buta hukum, hanya bisa merenung sedih (dan juga nangis) ketidak-adilan pada warga rakyat miskin, sangat menyakitkan hati, benci banget deh ! sampai saat ini-pun, saya yang bukan "lawyer" tidak pernah bisa menolak kalau ada rakyat miskin yang datang ke-kantor-ku untuk sekedar butuh saran atau membelanya di-depan pengadilan, sampai ke-mahkamah "agung", komisi yudisial, presiden, kapolri, ke-jagung dsb. (sebenarnya mereka sebagian besar tidak "agung" kok, hehehehe). kalau om anton mau datang kekantor saya, untuk sekedar ngobrol dan melihat sendiri, bukti-bukti dari semua praktek "ketidak-adilan" dan "jual beli" hukum dinegeri ini, silahkan lho om, ane tunggu nih ! hanya bedanya , saat ini rakyat desa dan para buruh sudah "bisa demo" untuk menuntut hak-nya om ! jadi...kalau saya dibilang kiri, ya boleh-boleh aja kok tapi bedanya, saya kiri dalam membela rakyat tertindas yang di-bodohi, di-bohongi, di-miskinkan. bukan kiri hanya sebatas wacana diskusi doang om (capeeeek deeeh, kata om anton) kalau saya, tidak akan membenturkan "ke-kiri-an" saya dengan kelompok manapun. apalagi dengan kelompok agama apapun, dengan kelompok pengusaha saja saya enggak mau "benturan" kecuali bila untuk menegakkan hukum dan keadilan (seperti kasus kaca-piring di bandung, kasus petani mojo-anyar dengan pt ciwi kimia di mojokerto, kasus luapan lumpur busuk dengan pt lapindo) oleh sebab itu om, saya sangat mengetahui bahwa sekarang ini memang ada "prosesi" pembodohan dan pemiskinan rakyat. saya katakan ini pada teman-teman saya yang pengusaha, padahal mereka juga ber-nasib sama, yaitu mereka harus selalu "siap melayani" permintaan "sodakoh"-nya para pejabat atau siapapun yang mau beli hadiah, mau keluar negeri untuk mendampingi atasannya, yang anaknya mau liburan, yang istri-nya mau belanja ke hongkong, singapore, guong szu, ke-new york nonton operra , ke hawaii cari bikini yang cocok supaya para suaminya enggak "ngelirik" artis-artis yang cantik om , hehehehe (mas bambang tahu aje nih, kate om anton) saya bangga kok, dibilang "kiri", karena saya memang benci sekali melihat ketidak-adilan di-negeri ini oleh sebab itu saya membentuk "barisan pembebasan rakyat indonesia" yang niatnya hendak membebaskan rakyat dari prosesi pembodohan, pemiskinan dan ketidak-adilan om. kedaan seperti sekarang ini semua harus dilawan, dan saya tidak melawan-nya melalui partai-politik karena sudah banyak terbukti, bahwa teman-teman saya di-parpol itu "tidak pernah" revolusioner. mereka hanya mengutarakan "wacana" saja dalam membela rakyat miskin dan tertindas. saya juga punya bukti banyak, kalau parpol yang ada di lembaga perwakilan rakyat itu selalu tampak "males banget" kalau saya berikan informasi resmi dari Lsm saya, tentang ketidak-adilan ! faham ke"kiri-an" saya beda dengan negara-negara yang meng-anggp dirinya adalah "rezim kiri". karena banyak "rezim kiri" dimanapun, juga banyak yang "me-rekayasa" penegakkan hukum hanya bagi musuh-musuh politiknya saja. tapi bagi para kroni-nya, malah dilindungi. banyak "rezim kiri" yang "me-rekayasa" kedaulatan rakyat sebatas "didalam- kekuasaan-nya " parpol yang berkuasa saja, liat aja , tapi semua dalihnya demi "rakyat" yang harus dipimpin. . kalau mau dibilang "kiri", seseorang itu harus mengakui kedaulatan rakyat se-utuhnya, jangan direkayasa untuk membatasi-nya. harus berani menegakkan hukum dan keadilan tanpa pandang bulu-nya. harus mengakui hak asasi manusia, harus memberikan informasi publik yang terbuka, harus menghargai profesionalisme, harus mau mendengar "suara" rakyat (meskipun kuping-nya merah, hehehehe), dan harus mau salaman dengan orang-orang "kanan", kalau perlu saling traktir di-waroeng tegal bahari om ! yang ingin saya selamatkan ya negara ini dari "golongan hitam" om om anton sudah lihat kan, bagaimana "golongan hiitam" sedang meng-konsolidasi kekuatannya untuk menghadapi pemilu dan pilpres di tahun 2009 golongan hitam ini-lah yang harus kita hadapi sama-sama, karena "dia" ada disemua kelompok masyarakat yang ingin meng-adu-domba rakyat (dengan menciptakan terus isu-isu segar yang memancing konflik-antar kelas, antar golongan, antar pemeluk agama, antar suku), yang ingin rakyat ini bisa di-bodohi terus (jadi pendidikan di-biarkan mahal), yang ingin rakyat ini bisa ditindas terus (jual beli hukum seperti urip dan ayin itu ada di-mana mana om), yang ingin rakyat ini bisa di-bohongi terus ( masih ada enggak media yang bisa disogok om ?). golongan hitam itu bisa juga ada dikalangan yang menyebut dirinya bagian dari "kekuatan kiri", cirinya jelas kok om, mereka akan menghalalkan segala cara untuk terus menciptakan konflik didalam masyarakat. jadi, saya juga bangga kalau saya dianggap menyebar-luaskan faham "golongan putih" karena golongan putih kita itu, tidak sekedar ingin berkuasa, tidak selalu harus di-kaitkan dengan pemilu dan pilpres 2009. oleh sebab itu , kita akan menghadapi suatu perang besar, yaitu "perang-kebajikan" untuk mengalahkan golongan hitam, yang jelas telah sengaja menyengsarakan rakyat (sehingga pemberian bLt akan sangat ber-manfaat untuk "mengail ucapan terimakasih- nya" rakyat miskin dipemilu & pilpres 2009 om, hehehehe) kita meng-anggap akan ada "perang-kebajikan" ditahun 2009 itu nanti om. oleh sebab itu kita ingin segera menegakkan , menyebar luas-kan ke-ikhlasan, ke-tulusan, ke-pribadian, niat, semangat, pandangan, wawasan dan negara yang "putih bersih" , seperti "mau-nya" para pejuang kemerdekaan dimasa lalu. sudah jelas om anton ? oh ya, ada yang nanya, dana untuk mem-biayai Lsm saya dari mana ?, ya benar, salah satunya saya juga ikut-ikutan jual-beli saham di bursa , dikit aja, sekarang ini udah abis semua , terakhir saham holcim dijual juga deh . (om anton mau jadi penyumbang ? , yang pertama kali sejak tahun 1978 nih, sebab semua dana dari hasil usaha Lsm sendiri dan teman-teman) salamtakzimbambangs ulistomo.
