Tanya aja sama Budiman, bu, apa PDI dan PDIP dpt kursi di Sumbar dlm pemilu 99 
dan 04? 99 ada 1, 04 tdk dpt.

Ini masalah besar yg layak diselesaikan, memang, di beberapa wilayah. Konflik 
di masa lalu mengalir ke masa sekarang.

Republik ini luas. Luas sekali. Perangai masy juga beragam. Perilaku politik 
juga. Dendam thd Soekarno begitu mendalam di Sumbar, walau Taufik Kiemas juga 
datuk disini.

Budiman terlalu membela partainya, juga mengaitkan dg Golkar dan dosa2 Golkar 
dimasa lalu. Padahal bukan itu intinya.

Dan saya hanya memberi alasan knp tdk memilih bergabung dg PDIP, krn diancam 
sbg "malin kundang" bila melakukan itu. Ini disampaikan oleh tetua2 minang yg 
bertemu di Bali. Juga yg berjumpa di dapil.

PRRI telah menghancurkan kebudayaan Minang dlm arti yg sebenarnya. Byk yg 
berdiaspora ke manca negara. Baca saja buku Audrey Kahin, dan buku2 lain. 
Padahal, faktanya adalah PRRI menjadi arena perang tentara yg membangkang. 
Simbolon, etc. Dewan Banteng, Dewan Gajah, Dewan Garuda, dipimpin oleh tentara2 
reformis yg diperangi oleh Nasution, Yani, dkk.

Tapi yg dihancurkan adalah daerah2 tempat perang para tentara itu bermarkas. 
Imbasnya jelas, masy.

Saya sendiri tdk dendam pd Soekarno, Soeharto, dan siapapun. Saya tdk dendam 
pada tentara. Politik hanya pilihan sederhana. Tugas generasi kini adalah 
menjahit luka2 zaman, sembari meretas zaman baru yg tanpa dendam.

Spt juga di negara2 lain, spt AS, Sumbar bukanlah daerah merah, melainkan 
daerah hijau, biru, dan kuning. Spt Bali yg merah, Jatim yg Bintang Sembilan, 
etc. Tentu
Budiman layak mengakui sbg fakta empiris, sembari berusaha memerahkannya. 
Itulah kerja politik.

Kalau di daerah lain ada juga Malin Kundang politik, saya tdk tahu. Saya hanya 
menanggapi soal Soekarno dlm pentas sejarah dan kaitannya dg pilihan2 politik 
hari ini.

Ijp


Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: Yuliati Soebeno <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Sat, 15 Nov 2008 06:23:45
To: <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Menanggapi Indra: orang Sumbar 'durhaka' 
kalau masuk PDI Perjuangan?


Loh.....????? Siapa yang memulai dahulu dengan kata-kata yang provokatif 
tentang mengapa seseorang tidak memilih suatu partai dikarenakan seseorang 
berasal dari suatu daerah di Sumtra Barat, dan dengan segala macam latar 
belakangnya?
Ya tentunya ada yang ingin meluruskan pendapat tersebut, dong? Apalagi sebelum 
duduk dikursi Parlemen "yang empuk", biar enggak selalu "kesleo' lidahnya jika 
mengemukakan sesuatu pendapat, untuk kepentingan rakyat luas.
�
Iya, kan Bung Iwan? :-))� Atau anda mempunyai pendapat lain?
�
Yuli

Kirim email ke