Wah tenang mas, kalau pendapat pribadi jangan ditulis institusinya,
kalau institusinya mendukung Golkar misalnya, mas nggak bisa
Golput.........
--- On Sat, 11/29/08, guntoro soewarno <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rakyat
mesti cermat, menyikapi iklan besar-besaran soetrisno bachir dan
prabowo. Karena, itu sudah pasti tidak lebih dari jualan kecap manis
yang selalu ngomong,'Aku yang nomor 1.''
Karena menakar kualitas keduanya sungguh gampang.
Soetrisno Bachir
Pertama, Sebagai pengusaha dia terbukti gagal, dengan banyak utang
yang menumpuk. Sepanjang sejarahnya juga banyak menyimpan masalah.
Kedua, dari aspek moralitas, kasus Soetrisno Bachir dengan artis
yang tiba-tiba hamil saya kira perlu diinvestigasi, sehingga Soetrisno
Bachir punya cek ke publik yang membuktikan bahwa dia bagus secara
moral.
ketiga, pernyataan terakhir agar kita mencintai produk dalam
negeri membuktikan bahwa kapasitas dia sebagai pemimpin memang tidak
seberapa. Untuk bisa memakai produk dalam negeri tentu bukan persoalan
gampang, efek globalisasi sudah terlanjur melilit-lilit. Jadi jangan
asal njeplak dalam mengeluarkan pendapat. Khawatir kelihatan aslinya.
Bagaimana dengan Prabowo?
Pertama, Partai Gerindra yang digerakkan dengan satu komando hanya
di tangan dia membuktikan bahwa kepemimpinan mantan Danjen Kopassus ini
sangat berbahaya. Bagaimana kalau gaya kepemimpinan seperti ini dia
bawa ketika menjadi Presiden?
Kedua, PR Prabowo dengan kasus penculikan aktivis pro demokrasi
juga harus menjadi perhatian serius karena kasus ini sampai sekarang
belum tuntas. Saya kira Prabowo kalau jantan mesti berani ambil
inisiatif untuk mmbongkar tuntas untuk menyelesaikan para aktivis yang
hilang itu.
Ketiga, dalam banyak iklannya, Prabowo sangat pro petani. Tapi
kita lihat selama menjadi Ketua Umum HKTI, berapa petani yang lepas
dari kemiskinan, jeratan rentenir, kehilangan pupuk dan harga jual
produk pertanian yang terus turun? Saya kira karya Prabowo di wilayah
itu omong kosong. Pepesan kosong saja. Petani dijadikan alat politik
untuk meraih suara dengan tetap membuat mereka miskin tujuh turunan.
Kesimpulannya: Memilih Soetrisno dan Prabowo dalam Pemilihan Presiden mendatang
sungguh naif dan omong kosong.
Sebagaimana lebih naif lagi kalau memilih: SBY-JK yang jadi agen
Amerika, Megawati yang sudah terbukti gagal dan penjual aset-aset
strageis bangsa dan Sultan yang sangat feodal. Apalagi Rizal
malarangeng yang tidak tahu malu dengan iklannya yang mejeng
malu-maluin.
Pilihan yang paling manjur 40% Golput yang menang di hampir semua
Pilkada Gubernur dan Bupati, bergabung membentuk satu sikap untuk
melawan oligarki kekuasaan, pemimpin basi dan pemimpin yang hanya bisa
beriklan, untuk mengusung perubahan yang nyata.
guntoro soewarno
reporter media indonesia
Posting ini merupakan pendapat pribadi