http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/01/00114546/fskn.pertahankan.bhinneka.tunggal.ika


Jakarta, Kompas - Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Se-Nusantara
Raja Ida Tjokorda Denpasar IX mengkhawatirkan makin tercerabutnya
keragaman budaya Indonesia, yang sebelumnya terpelihara di kerajaan
atau keraton se-Nusantara, di tengah arus perubahan, modernisasi, dan
globalisasi. Untuk mencegah hilangnya keberagaman budaya itu, FSKN
meminta agar semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" dipertahankan dan dirawat
pelaksanaannya.

"Jangan membuat produk undang-undang yang menyeragamkan bangsa
Indonesia. Perbedaan dan keragaman adalah takdir Tuhan. Pada dasarnya
kita juga tidak seragam sejak dari asalnya," ujar Ida di Istana
Negara, Jakarta, Sabtu (29/11).

Ida yang memiliki nama Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pamecutan adalah raja
yang tinggal di Puri Agung Denpasar. FSKN yang diketuainya adalah
forum yang didirikan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik
dengan anggota 118 raja, sultan, pengelingsir, panembahan, kepala, dan
pemangku adat se-Nusantara. Menurut FSKN, di Indonesia terdapat
setidaknya 261 kerajaan besar dan kecil.

Saat ditanya bagaimana pendapatnya tentang UU Pornografi yang
disetujui DPR, Ida tidak mau terjebak pada sikap menolak atau menerima.

Ida mengharapkan semua komponen bangsa mencegah upaya untuk menjauhkan
bangsa Indonesia dengan budayanya sendiri.

Mengenai kian tercerabutnya akar budaya di tengah arus perubahan,
modernisasi, dan globalisasi, itu juga dikemukakan mantan Menteri
Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Azwar Anas, yang mewakil raja
Sumatera Barat. "Hati dan budi pekerti anak-anak saat ini seperti
kosong karena melulu dipenuhi budaya asing dan oleh otak. Saatnya kita
kembali mengisi hati dan budi pekerti anak-anak dengan budaya
Indonesia," ujarnya. (INU)

 

 

Kirim email ke