.....Saat ini kita hanya bisa berharap presiden yg bersih, santun, gak
emosian, bisa dipercaya, diterima khalayak, dan mau berbuat. Didukung
parlemen dan semua rakyat. Itu yg lbh penting....
Ini tak pernah sederhana begitu Mas Fana. NEGARA-BANGSA.
Dan bukan utopia menurut saya ada yang bisa memenuhi harapan
yang idiil2 itu tanpa kediktatoran.

Tks


2009/4/16 Adyanto Aditomo <[email protected]>

>
>
> Bung Fana Soediharto,
>
> Membaca penjelasan anda soal tanggung jawab Pemerintah dan KPU tentang
> penyusunan DPT, bahwa secara prinsip pemerintah harus independen dan tidak
> mencampuri urusan KPU dalam pelaksanaan Pemilu 2009, itu sih saya setuju
> banget.
>
> Tetapi karena ada masalah dengan kewenangan yang tidak dimiliki oleh KPU
> untuk memerintahkan setiap Ketua RT, Ketua RW dan masyarakat yang sudah
> memiliki hak pilih agar sepenuhnya membantu pekerjaan KPU agar hasilnya bisa
> optimal, maka saya tetap berpendapat bahwa sampai batas tertentu pemerintah
> harus tetap ikut campur tangan agar program KPU bisa berjalan secara
> optimal.
>
> Lha sejak kapan KPU punya kewenangan untuk memerintahkan Ketua RT, Ketua RW
> dan masyarakat yang sudah memiliki hak pilih untuk sepenuhnya membantu
> pekerjaan KPU?
> Yang punya kewenangan itu cuma pemerintah, bukan KPU.
> Kalau pemerintah tidak mau ikut campur sama sekali, lha metode kerja KPU
> jangan dirubah, minimal seperti pola kerja KPU di Pemilu 2004.
>
> Setelah partisipasi mereka tidak seperti yang diharapkan oleh KPU sehingga
> DPT menjadi bermasalah, KPU langsung cuci tangan dan menuduh masyarakat,
> Ketua RT dan RW lah yang paling bertanggung jawab.
>
> Anehnya Pemerintah melihat kesulitan KPU ini cenderung diam saja dan terus
> menyampaikan ke masyarakat bahwa tidak ada masalah dengan DPT.
> Presiden menjamin atas kualitas DPTbaik dan tidak bermasalah.
>
> Tetapi setelah terbukti DPT bermasalah diseluruh penjuru tanah air, tiba -
> tiba Presiden cucitangan dan menolak untuk ikut bertanggung jawab atas
> kekacauan DPT.
>
> Lha ini bagaimana?
> Dimana tanggung jawab Pemerintah?
>
>
> Salam,
>
> Adyanto Aditomo

Kirim email ke