Dari pengamatan di masyarakat bawah, pelintiran elit-elit politik yang 
menyatakan bahwa kekacauan DPT ada indikasi "kecurangan", saya kira berlebihan. 
Sumber utama kekacauan itu tetap pada KPU.
 
"Fakta kecil" yang kami temukan di tingkat RT-RW-Dukuh-Kelurahan tempat saya 
tinggal, sama sekali tidak menggambarkan "kecurangan", terlebih "yang 
disengaja". DPS yang diberikan oleh KPU untuk dimutakhirkan, sebenarnya sudah 
dikoreksi oleh Pak Dukuh (untuk wilayah Sleman, bahkan untuk wilayah Kota 
Yogyakarta hingga ke tingkat RT) sesuai dengan data mutakhir baik yang pindah, 
meninggal, penduduk baru, atau pemilih pemula. Data yang telah dimutakhirkan 
sudah diserahkan kembali ke Kelurahan dan diteruskan hingga ke KPUD. Akan 
tetapi, ketika DPT turun, ternyata DPT yang kami terima masih sama dengan data 
DPS. Yang dirugikan banyak dan tidak terkait dengan partai politik tertentu. 
Ketika diinventarisir, sebaran "partai" yang dirugikan hampir semua partai 
(tentu yang memiliki pendukung di tingkat lokal). Info ini disampaikan oleh Pak 
RW di pertemuan warga tanggal 15 April kemarin. Kami akhirnya hanya dapat 
menyimpulkan bahwa KPU/KPUD TIDAK BEKERJA !!!!
 Kelambanan rekapitulasi perhitungan suara lebih menegaskan ketidak-becusan 
KPU. Ada himbauan untuk mencermati DPS untuk Pilpress, tapi mekanisme 
sosialisasi hingga ke tingkat bawah tidak jalan. Kemarin ada warga yang 
mengurus "hak politiknya" yang hilang, tapi akhirnya cuma dilempar-lempar dari 
Dukuh ke Kelurahan, dari Kelurahan ke Kecamatan, dan dari Kecamatan diminta ke 
KPUD, karena yang memiliki kewenangan merubah DPT hanya KPUD. Saya setuju kalau 
ada class action untuk memidanakan KPU.
 
Saya termasuk yang mulai muak dengan pelintiran-pelintiran elit-elit politik 
yang dengan seenaknya membuat pernyataan-pernyataan yang memojokkan pihak lain. 
Rakyat sudah iklas, legowo, dan melaksanakan "bagian proses politiknya" dengan 
baik. Kalau kemudian demi kepentingan kelompok dimunculkan gerakan-gerakan yang 
memicu pertentangan horizontal, saya hanya meminta beliau para elit politik 
untuk berkaca diri: seberapa pentingkah ambisi kekuasaanmu hingga mengorbankan 
rakyat kecil dan masa depan bangsa?
 
Nuwun,
Sindung Tj.

--- On Wed, 4/22/09, zaki Zikr <[email protected]> wrote:


From: zaki Zikr <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY: Jangan Galak-galak
To: [email protected]
Date: Wednesday, April 22, 2009, 5:36 PM








buka lagi file2 soal pemilu 2004...
bagaimana gus dur "mencak-mencak" soal mafia KPU, katanya suara PKB banyak yang 
hilang dijalan, rakyat basis PKB banyak yang tidak terdaftar dll... pasangan 
capres dan cawapres wiranto-sholahudin sempat membawa kecurangan ke MK, ada 
beberapa tempat yang harus diulang pemilihannya, yang saya ingat, ada 
pengulangan pemilihan di ponpes alzaitun indramayu, karena adanya mobilisasi 
pemilih dari luar daerah. soal perhitungan online juga tidak lebih baik dari 
sekarang, tentu kita ingat perang "tuduh menuduh" soal kecurangan antara roy 
suryo dan chusnul mariah .... dll ... dll

 

Kirim email ke