Bung Marnagan, Sebelumnya saya mohon maaf karena latar belakang kehidupan saya memang bukan di Politik, tetapi Engineering, sehingga apa yang saya sampaikan mungkin tidak berkenan bagi banyak pihak, karena sudut pandangnya mungkin aneh dan tidak lazim. Di Engineering selalu berlaku formula: Apa saja yang diketahui, apa pertanyaannya dan jawaban dibuat berdasarkan analisa dari apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Soal bagaimana kesimpulannya, ya sangat tergantung dari apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan. Dalam ilmu tehnik tidak dikenal istilah memihak atau tidak memihak. Semua jawaban berdasarkan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, tidak lebih dan tidak kurang. Jawaban akan berubah bila apa apa yang diketahui berubah. Dalam ilmu tehnik, semua serba eksak, terlepas kita setuju atau tidak setuju terhadap hasil analisa yang dibuat, sehingga tidak perlu ada pihak yang tersinggung apapun kesimpulan yang dibuat dari analisa tersebut. Jadi kalau anda menganggap saya sedang melakukan provokasi, saya mohon maaf karena saya tidak bermaksud melakukan hal tersebut. Sungguh mati, saya sama sekali tidak punya niat melakukan hal tersebut. Tidak ada untungnya bagi saya. Dalam ilmu tehnik tidak ada yang namanya tendensius, nyinyir, provokasi dan sebagainya. Mengapa tulisan saya cenderung menyerang SBY dan Partai Demokrat? Karena SBY sangat berpotensi memenangkan Pilpres 2009 dan PD sangat berpotensi menjadi Partai Terbesar dengan kemenangan > 50 % di pemilu 2014. Yang saya bayangkan adalah SBY, PD dan Tim Suksesnya mempunyai jawaban atas seluruh kesimpulan yang saya buat, karena pada dasarnya SBY, PD dan Tim Suksesnya adalah sekelompok orang yang menurut ukuran orang Indonesia sangat cerdas. Hanya saja, walaupun termasuk kategori cerdas, bisa saja ada yang terlupa atau terlewatkan karena semula cuma dianggap tidak penting. Pengalaman saya di engineering menyatakan bahwa: kegagalan pada suatu sistem yang kita terapkan umumnya bukan karena masalah yang luar biasa rumit, tetapi akibat dari pengabaian masalah sederhana, tetapi karena terjadi terus menerus maka pada akhirnya masalahnya membesar dan akhirnya terjadi komplikasi dalam sistem tersebut. Kesimpulan yang saya buat hanya untuk memastikan bahwa SBY, PD dan Tim Suksesnya mampu menjawab seluruh analisa yang saya buat. Jangan sampai terpeleset oleh masalah yang kelihatannya kecil tetapi bisa membuat pekerjaan besar jadi berantakan. Saya masih ingat saat menjelang kerusuhan Mei 1998, saya jauh - jauh hari sudah meramalkan bahwa "kemenangan tanpa tepuk tangan" di Pemilu maupun di Pilpres dalam sidang MPR sangat beresiko membuat pemerintahan bisa tumbang. Kerusuhan besar hanya akan terjadi bila ada orang tidak bersalah, tidak terlibat dalam demonstrasi, tidak terlibat dalam gerakan menentang pemerintah tapi tertembak sampai tewas oleh aparat keamanan. Pemerintah Orde Baru hanya akan selamat dari kerusuhan itu bila kejadian salah tembak merupakan rekayasa dalam upaya menimbulkan kerusuhan, untuk menjebak pihak penentang pemerintah ikut melakukan kerusuhan, sehingga para petinggi Militer bisa memerintahkan para prajuritnya untuk menembak mati siapapun yang jadi perusuh. Seperti yang kita ketahui bersama, penembakan dan kerusuhan benar terjadi, tetapi tentara menolak untuk menembak, karena mahasiswa tidak masuk perangkap "ikut terlibat dalam kerusuhan", dan itu membuat Pemerintah Orde Baru jatuh. Dalam "bahasa tehnik", itu semua mudah dijelaskan. Kembali ke soal SBY, PD dan Tim Sukses PD: Apakah "ketakutan" saya atas kesimpulan yang saya buat bisa menjadi realitas? Itu sangat tergantung dari moral SBY, PD dan Tim Suksesnya. Disini berlaku pepatah: "Kekuasaan itu cenderung menggoda" Maka itu bila anda bersedia untuk mendebat hasil analisa saya, yang kemungkinan besar sangat keliru bila dilihat dari disiplin ilmu Politik, saya bersedia untuk mendiskusikannya. Saya tetap percaya bahwa ilmu tehnik bisa digunakan untuk menganalisa Politik, walaupun mungkin tidak lazim. Salam, Adyanto Aditomo
--- Pada Sab, 2/5/09, [email protected] <[email protected]> menulis: Dari: [email protected] <[email protected]> Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Inilah Sembilan Tim Sukses SBY Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 2 Mei, 2009, 12:49 AM Kalau menurut saya Pak Andoyo lebih tepat disebut sebagai Provokator karena komentar2nya yang lebih banyak memprovokasi dan keberpihakannya tidak jelas ke mana walaupun lebih banyak memojokkan SBY. Powered by Telkomsel BlackBerry®
