Tapi kita juga tidak butuh Presiden yang pengecut saat melihat harga diri 
bangsa sedang diinjak - injak oleh negara tetangga.
Hari ini ada laporan di Metro TV bahwa 2 minggu yang lalu aparat keamanan 
Malaysia telah menggeser patok perbatasan Indonesia - Malaysia sejauh 120 m 
kedalam wilayah Indonesia tanpa ada reaksi dari aparat keamanan kita.
Pemindahan patok ini sudah terjadi 3 kali, yaitu th. 2006,2008 dan yang 
terakhir pertengahan Mei 2009.
Kata Deplu, kita sudah kirim nota protes sampai 30 kali lebih, tapi tidak 
ditanggapi.
 
Yang kasian ya penduduk setempat, dimana tiba - tiba sawahnya masuk ke wilayah 
Malaysia tanpa ada pembelaan sedikitpun dari aparat keamanan kita.
Kelihatannya ABRI dan juga Presiden sangat takut dengan Tentara Diraja Malaysia.
Maka itu ini kesempatan terbaik Malaysia untuk memprovokasi Indonesia mumpung 
ABRI dan Presidennya pengecut.
Kapan lagi???
Kalau sampai ganti Presiden, jangan - jangan ada komando Ganyang Malysia.
Kalau ternyata Presidennya gak ganti, ya provokasi lagi dan geser patok lagi.
Gampang kan???
Waduh bisa repot tuh.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo




Dari: Godlip Pasaribu <[email protected]>
Topik: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Prabowo: Indonesia Diremehkan karena 
Miskin
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 4 Juni, 2009, 10:41 PM


Itulah jawaban Presiden yang arif dan bijaksana. Kita tidak butuh Presiden yang 
preman atau sok jagoan seperti Bush yang inginnya perang melulu. Kita tidak 
buruh Presiden yang memanas-manasi rakyatnya untuk berperang.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Kirim email ke