om Wal yang baik,
bagaimana bisa aman,
tapi siapa yang bisa membuktikan,
kalau misalnya korupsi pembelian suku cadang masih merajalela,
siapa yang bisa buktikan ada salah urus dalam pembelian suku cadang,
sehingga banyak suku cadang bekas dinyatakan masih layak pakai,
padahal kalau diperiksa selalu ada bukti faktur pembelian suku cadang baru,
padahal suku cadang yang direkayasa itu amat sangat penting
untuk keselamatan penerbangan,
tapi yang pasti dicari sukucadang itu yang mahal harganya,
agar rekayasa keuntungan juga besar.
para tikus tikus penerbangan itu sudah tidak memikirkan lagi
keselamatan umat manusia,
para penumpang yang terdiri dari para ibu, anak, bayi yang tak bedosa.
tapi kalau yang jadi korban itu mahluk yang berdosa, siapa yang bisa
buktikan, hehehehe
siapa yang bisa membuktikan
kalau salah urus suku cadang itu bisa saja terjadi disemua maskapai
penerbangan
disemua kegiatan penerbangan, baik sipil ataupun militer.
siapa yang bisa membuktikan kalau pengawas penerbangan juga terima amplop,
agar supaya pesawat terbang dinyatakan dan kelihatan laik terbang,
siapa yang bisa membuktikan bahwa keuntungan dari permainan suku cadang
termasuk biaya pemeliharaan, bahan bakar, pelumas mesin  pesawat,
hasil keuntungannya juga disetor pada atasan yang kepingin hidup mewah.
siapa yang bisa membuktikan bahwa permainan ini sudah turun temurun,
siapa yang bisa membuktikan bahwa yang mencoba jujur pasti tergusur dan
ditakut-takuti,
siapa yang bisa membuktikan bahwa upeti dari hasil rekayasa sukucadang dan
pemeliharaan
akan jadi semacam obat kuat untuk naik pangkat ,
akan jadi semacam pelumas untuk mendapat jabatan basah
ya Allah, berkati-lah negeri ini dan rakyatnya yang sabar ini,
tapi ingatkanlah dengan segala kekuatanMu
siapa saja yang menghianati negeri yang indah ini,
kekuatan, kepintaran, siasat dan pengetahuanMU tidak perlu kubukti-kan ya
Allah.
salambambangsulistomo.



2009/6/30 Wal Suparmo <[email protected]>

>
>
> Salam ,
> Kira2  30 puluh tahun yang lalu atau GENERASI PENERBANG TUA Indonesia
> sangat terkenal keterampilan, kecakapan dan keamamannya.
> Di
> sekolah2 penerbang di dunia, para calon pilot Indonesia selalu mendapat
> rangking pertama atau minimal ke 2.Di KLM dibutuhkan 100 jam terbang
> sebelum dapat dipercaya menjadi captain pesawat KLM tetapi pilot
> Indonesia hanya membutuh 15 sampai 25 jam saja.Di Fokker pilot
> Indonesia jauh lebih tinggi kepandaian dan keterampilannya dibanding
> dengan para pilot dari Filipina,Burma dan Amerika Selatan.Para pilot
> Australia belajar "praktek" di Indonesia.
> Tetapi terbukti sekarang GENERASI BARU SANGAT MEROSOT kwalitasnya.Sangat
> menyedihkan!!!
> Wasalam,
> Wal Suparmo

Kirim email ke