Salam,
Sy pernah mengenal 4 orang mahasiswa indonesia yg mendapat beasiswa dr 
pemerintah utk belajar di salah satu universitas di Madrid spanyol. 2 orang 
diantaranya berhasil menyelesaikan studynya dengan tepat waktu. Akan tetapi 2 
orang lainnya bahkan hampir 10 thn (ketika itu) blm juga berhasil menyelesaikan 
studynya. Beasiswa dr indonesiapun akhirnya dihentikan. Selidik punya selidik, 
ternyata, 2 orang ini (menurut dia)memang sengaja mengulur ulur waktu dengan 
harapan beasiswa dr indonesia dihentikan.  Menurut dia, apabila dia 
menyelesaikan study dengan bantuan beasiswa dari indonesia, maka setelahnya 
dirinya akan kembali ke indonesia dan akan bekerja sesuai keinginan sponsor 
tapi dengan gaji yg "tidak seimbang". Disini mereka melihat bahwa pada instansi 
yg sama, orang indonesia lulusan sebuah universitas di luar negeri gajinya jauh 
lebih rendah dibandingkan dengan gaji orang asing yg juga bekerja pada isntansi 
tersebut, padahal merupakan lulusan dari
 universitas yg sama. Selain itu, selama mereka study di luar negeri, mereka 
juga melihat bahwa, betapa negara2 maju menghargai ilmu seseorang tanpa 
membedakan kewarganegaraan. Oleh karenanya, selama itu pula mereka berupaya 
menemukan pihak (dispanyol) yg bersediah memberikan beasiswa kepadanya guna 
menyelesaikan study yg tinggal selangkah lagi. Tentu setelahnya mereka akan 
bekerja sesuai keinginan sponsor baru itu, namun dengan gaji yg lebih memadai 
bila dibandingkan dengan jika harus kembali ke indonesia, katanya.

Salam.




________________________________
From: muslimin putra <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Sunday, July 12, 2009 6:17:42 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] 600 Peneliti Pilih Bekerja di Luar Negeri





Ini tanggung jawab Menristek. Mengapa para peneliti lebih memilih bekerja di 
luar negeri? Siapapun yang dipilih SBY-Budiono menjadi Menristek, ke depan 
harus dapat mengakomodir para peneliti tsb supaya pulang dan membangun negeri.

Kita perlu belajar para peneliti India yang menguasai IT, meski negaranya masih 
tergolong miskin, namun berkat tanggung jawab para ilmuwan, India mampu 
membangun teknologinya berbasis IT.

Muslimin B.Putra

Kirim email ke