Orang seperti ini dalam legenda kita disebut Malin Kundang.... Dia tidak pantas dibantu, tapi dikutuk jadi batu.
Tabik; RnB --- In [email protected] <mailto:Forum-Pembaca-Kompas%40yahoogroups.com> , Bustan Jufri <bjprib...@...> wrote: > > Salam, > Sy pernah mengenal 4 orang mahasiswa indonesia yg mendapat beasiswa dr pemerintah utk belajar di salah satu universitas di Madrid spanyol. 2 orang diantaranya berhasil menyelesaikan studynya dengan tepat waktu. Akan tetapi 2 orang lainnya bahkan hampir 10 thn (ketika itu) blm juga berhasil menyelesaikan studynya. Beasiswa dr indonesiapun akhirnya dihentikan. Selidik punya selidik, ternyata, 2 orang ini (menurut dia)memang sengaja mengulur ulur waktu dengan harapan beasiswa dr indonesia dihentikan. Menurut dia, apabila dia menyelesaikan study dengan bantuan beasiswa dari indonesia, maka setelahnya dirinya akan kembali ke indonesia dan akan bekerja sesuai keinginan sponsor tapi dengan gaji yg "tidak seimbang". Disini mereka melihat bahwa pada instansi yg sama, orang indonesia lulusan sebuah universitas di luar negeri gajinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan gaji orang asing yg juga bekerja pada isntansi tersebut, padahal merupakan lulusan dari > universitas yg sama. Selain itu, selama mereka study di luar negeri, mereka juga melihat bahwa, betapa negara2 maju menghargai ilmu seseorang tanpa membedakan kewarganegaraan. Oleh karenanya, selama itu pula mereka berupaya menemukan pihak (dispanyol) yg bersediah memberikan beasiswa kepadanya guna menyelesaikan study yg tinggal selangkah lagi. Tentu setelahnya mereka akan bekerja sesuai keinginan sponsor baru itu, namun dengan gaji yg lebih memadai bila dibandingkan dengan jika harus kembali ke indonesia, katanya. > > Salam.
