Bung Sohibmachmud, Pada dasarnya semua orang juga setuju kalau ada keterbukaan informasi bagi masyarakat banyak. Tetapi mengingat kemampuan masyarakat itu terbatas dalam menanggulangi Teror, ya petunjuknya harus jelas saat menyampaikan informasi tersebut, biar rakyat tidak bingung menyikapi informasi tersebut. Jika SBY memang menginginkan masyarakat Indonesia bersatu padu melawan Terorisme, ya sampaikan saja bahwa masyarakat diminta melaporkan kepada pihak yang berwenang tentang segala sesuatu yang mencurigakan terkait dengan keberadaan para Teroris ini. Sudah menjadi rahasia umum bahwa ada sebagian masyarakat kita yang " sangat mengagumi dan melindungi" para Teroris Bom Bali, Bom Marriot 2003 dan sebagainya, sehingga kelompok tersebut bisa "hidup sangat nyaman" di Indonesia dan hal inilah yang membuat para Teroris sulit untuk dihancurkan sampai ke akar - akarnya. Tetapi kalau SBY mengaitkan Teror Bom ini dengan Pilpres karena ada indikasi ketidak puasan dari pihak Capres yang kalah dalam Pilpres yang baru lalu, waduh informasi ini amat sangat berbahaya kalau dilepas begitu saja kemasyarakat tanpa ada penjelasan lebih lanjut. Oleh masyarakat informasi SBY tersebut berpotensi diterjemahkan sebagai: Para pendukung SBY diminta untuk "mewaspadai" para pendukung dari Capres saingan SBY, karena mereka itu berpotensi menjadi "Teroris Indonesia". Waduh, ini kalau benar terjadi, berpotensi menimbulkan konflik horisontal dikalangan masyarakat, sedangkan upaya SBY dan masyarakat melawan Teroris malah bisa terabaikan. Jadi sebaiknya para pendukung SBY tidak mendukung semua tindakan SBY yang menyimpang secara membabibuta, karena hal tersebut bisa berpotensi nasib Indonesia bisa berubah menjadi Jerman di jaman Hitler atau Sovyet dijaman Stalin atau China dijaman Mao, karena sesama masyarakat saling memata - matai dan saling mencurigai satu sama lain. Dampaknya sudah bisa kita saksikan bersama: Hancur lebur. Salam, Adyanto Aditomo --- Pada Sab, 18/7/09, sohibmachmud <[email protected]> menulis:
Dari: sohibmachmud <[email protected]> Judul: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] SBY... ADUH...KOK GINI? Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 18 Juli, 2009, 12:22 AM sebagai pejabat publik presiden berkewajiban memberikan akses informasi kpd publik setiap issue yg berhubungan dgn kepentingan publik. kita bosan dgn zaman orde baru di mana pejabat publik biasa berkata : masih dalam penyelidikan, no comment. di era keterbukaan hal seperti ini tidak boleh terulang lagi. jadi kita harus memberi apresiasi kepada pejabat publik termasuk presiden yg cepat tanggap meberikan informasi kepada publik. nah, sekarang kok ada orang yg malah ingin kembali ke zaman orba dgn membatasi informasi kepada publik. sohib
