--- On Sat, 9/19/09, Anda Djoehana Wiradikarta <[email protected]> wrote:

From: Anda Djoehana Wiradikarta <[email protected]>
Subject: [AlumniPrancis] Re: JALAN TOL
To: [email protected]
Date: Saturday, September 19, 2009, 4:21 AM



                  Saya tidak merasa sanggup menjawab pertanyaan Pak Bakri, tapi 
akan coba memberi berapa unsur

Istilah "jalan tol" kurang tepat karena hanya menunjuk ke satu segi, yaitu 
pembayaran.

Sebetulnya yang pertama harus dilihat itu segi teknisnya, yaitu bahwa jalan 
seperti itu bersifat satu arah, sehingga memungkinkan kita jalan lebih cepat 
dan lebih aman dari jalan biasa. Di Inggris, jalan seperti itu namanya 
motorway, di Itali autostrada, di Jerman Autobahn dan di Prancis autoroute 
(http://fr.wikipedia .org/wiki/ Autoroute).

Autostrada pertama di dunia dibangun di Itali, tahun 1924. Gagasannya adalah, 
membangun jalan di mana kendaraan bisa berlalu dengan cepat dan aman. Jalan itu 
pakai tol, untuk menutup biaya pembangunannya.

Di Jerman, rezim Hitler mulai membangun Autobahn di tahun 1930-an, dengan 
tujuan militer, yaitu memindahkan kendaraan tentara dengan cepat. Jadi, setelah 
Perang Dunia Kedua, Jerman mewarisi sistem Autobahn milik negara yang bisa 
dipakai umum dengan gratis.

Di tahun 1960-an, Prancis sangat tertinggal dibandingkan dengan Jerman. Saat 
itu hanya ada satu autoroute milik negara, dari Paris ke Avallon dekat Dijon, 
yang panjangnya tidak sampai 300 km. Autoroute baru bisa dibangun dalam skala 
besar karena pemerintah Prancis menyerahkannya ke pihak swasta, dengan prinsip 
tol untuk membiayai pembangunan tersebut.

Jadi masalah dasar adalah pembiayaan. Beda dengan jalan biasa, di negara 
berkembang seperti Indonesia, jalan tol itu lebih dimanfaatkan pemilik mobil 
pribadi, orang yang berada, dari pada masyarakat pada umumnya. Lagipula, jalan 
tol merupakan kendala untuk penduduk, yang tidak bisa menyeberanginya seperti 
jalan biasa, sehingga daerah yang dilewati terbelah dua.

Alasan bahwa kenaikan tol sekarang itu untuk membangun jalan tol baru terdengar 
aneh. Dari segi logika "project finance", jalan tol harusnya dibiayai dengan 
dana yang akan kembali dengan tol di masa depan, bukan dari tol jalan yang 
sudah ada.

Salam hangat,

Anda

18, passage de la Bonne Graine
75011 Paris
FRANCE

Fixe :       09 60 45 22 47
Portable : 06 07 52 87 56



> Message du 19/09/09 11:12
> De : "jajang c noer"
> A : Forum-Pembaca- kom...@yahoogrou ps.com, AlumniPrancis@ yahoogroups. com
> Copie à : alumniprancis@ yahoogroups. com, "arbie bakri"
> Objet : Re: [AlumniPrancis] BIAYA TOL NAIK ,29 September 2009

>   > haahahahahahahahaha hahaha
> (maaf, terpaksa saya ketawa mbaca surat ini.)
>
> rasanya di negeri kita ngak pernah ada penjelasan yang menjelaskan dan masuk 
> akal, yang berhubungan dengan hal yang sedang dimaksud. dalam hal tol ini, 
> apakah untuk pembangunan nambah tol lagi,  atau pemeliharaannya, entahlah auk 
> ah gelap ... pokoknya naik. karena harga ongkos hidup juga naik.

Kirim email ke