Kalau saja tidak terlampau tergantung pada kendaraan pribadi, tentunya kenaikan tariff tol tidak terlalu dipermasalahkan.
Jalan tol itu kan perlu pemeliharaan, antara lain diaspal ulang dlsb.. Harga material dan jasa konstruksi naik, ya tentunya tarif juga ikut naik.. Lagipula, kenaikan itu diatur dalam PP 15/2005 tentang Jalan Tol. Disebutkan tariff disesuaikan setiap 2 tahun sekali dengan acuan inflasi. Jadi kalau inflasi nya negatif, alias deflasi, maka secara otomatis tariff tol juga turun. Koq ngdumel biaya hidup makin tinggi.. Tapi kalau gaji naik malah makin rajin belanja yg tersier (beli handphone baru, fashion item, pupur gincu, parfum, liburan ke LN , dlsb)... Kalau mau fair, jalan tol itu barang mewah.. Yg ga mampu beli mobil tidak bisa menikmati.. Sekalian saja protes ke Luis Vitton, kenapa harga tas nya naik terus.. Kalau ragu akan transparansi PT Jasa Marga, BPJT, atau bahkan DirJen Bina Marga dan MenPU, lain cerita.. Tidak harus nunggu tariff naik baru mendadak galak.. Salam, -K- Sent via BlackBerry from T-Mobile -----Original Message----- From: bakri arbie <[email protected]> Date: Mon, 21 Sep 2009 18:08:10 To: <[email protected]> Cc: arbie bakri<[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL --- On Sat, 9/19/09, Anda Djoehana Wiradikarta <[email protected]> wrote: From: Anda Djoehana Wiradikarta <[email protected]> Subject: [AlumniPrancis] Re: JALAN TOL To: [email protected] Date: Saturday, September 19, 2009, 4:21 AM Saya tidak merasa sanggup menjawab pertanyaan Pak Bakri, tapi akan coba memberi berapa unsur Istilah "jalan tol" kurang tepat karena hanya menunjuk ke satu segi, yaitu pembayaran. Sebetulnya yang pertama harus dilihat itu segi teknisnya, yaitu bahwa jalan seperti itu bersifat satu arah, sehingga memungkinkan kita jalan lebih cepat dan lebih aman dari jalan biasa. Di Inggris, jalan seperti itu namanya motorway, di Itali autostrada, di Jerman Autobahn dan di Prancis autoroute (http://fr.wikipedia .org/wiki/ Autoroute). Autostrada pertama di dunia dibangun di Itali, tahun 1924. Gagasannya adalah, membangun jalan di mana kendaraan bisa berlalu dengan cepat dan aman. Jalan itu pakai tol, untuk menutup biaya pembangunannya. Di Jerman, rezim Hitler mulai membangun Autobahn di tahun 1930-an, dengan tujuan militer, yaitu memindahkan kendaraan tentara dengan cepat. Jadi, setelah Perang Dunia Kedua, Jerman mewarisi sistem Autobahn milik negara yang bisa dipakai umum dengan gratis. Di tahun 1960-an, Prancis sangat tertinggal dibandingkan dengan Jerman. Saat itu hanya ada satu autoroute milik negara, dari Paris ke Avallon dekat Dijon, yang panjangnya tidak sampai 300 km. Autoroute baru bisa dibangun dalam skala besar karena pemerintah Prancis menyerahkannya ke pihak swasta, dengan prinsip tol untuk membiayai pembangunan tersebut. Jadi masalah dasar adalah pembiayaan. Beda dengan jalan biasa, di negara berkembang seperti Indonesia, jalan tol itu lebih dimanfaatkan pemilik mobil pribadi, orang yang berada, dari pada masyarakat pada umumnya. Lagipula, jalan tol merupakan kendala untuk penduduk, yang tidak bisa menyeberanginya seperti jalan biasa, sehingga daerah yang dilewati terbelah dua. Alasan bahwa kenaikan tol sekarang itu untuk membangun jalan tol baru terdengar aneh. Dari segi logika "project finance", jalan tol harusnya dibiayai dengan dana yang akan kembali dengan tol di masa depan, bukan dari tol jalan yang sudah ada. Salam hangat, Anda 18, passage de la Bonne Graine 75011 Paris FRANCE Fixe : 09 60 45 22 47 Portable : 06 07 52 87 56 ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ , http://kompas.com/ dan http://kompasiana.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
