Mas Adyanto yang baik, point saya sederhana kok, saya bukan aslinya, namun kalau saya membeli UPS apapun merk nya, saya tinggal tancap dan install softwarenya dan semua fungsi yang mas sebutkan berjalan dan bisa dipantau di compi. Bahkan kita bisa mengatur sensitivitas tegangan
Kalau listir mati, ups mengambil alih peran sumber enerji PLN, artinya emnggunakan battery yang ada di UPS. Saya memakai APC Yang saya bingung kata UPS bukankah sebuah sistem dimana battery adalah bagian dari sistem? Adyanto Aditomo wrote: > > > mBak Pudimartini, > > UPS itu gunanya banyak, antara lain : > 1. Merubah listrik DC jadi AC atau dari listrik AC yang kualitasnya > buruk menjadi listrik AC yang kualitasnya sesuai dengan yang kita > kehendaki. > Motor Penggerak yang efisien kan umumnya Motor AC/ Motor Induksi. > 2. Sebagai stabilisator tegangan dan frekuensi listrik. > Jika tegangan dan frekuensi listrik tidak stabil, beban listrik akan > cepat rusak. > Mungkin kita bisa buat sendiri UPS dengan harga yang ekonomis. > > Battery itu gunanya: > Untuk menyimpan energi listrik yang diterima oleh pembangkit. > Jika suplai energi listrik cenderung stabil selama 24 jam/ hari > sepanjang tahun, mungkin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan > Tenaga Ombak tidak perlu menggunakan UPS karena bisa langsung > menggunakan Generator Sinkron seperti yang diterapkan pada Pembangkit > Listrik Mini Hydro yang memanfaatkan aliran air sungai untuk > menggerakkan Generaor Sinkron tersebut. > Bila diterapkan pada Tebaga Surya, mungkin battery yang digunakan > tidak perlu terlalu banyak. > Tetapi bila suplai energi listriknya cenderung tidak stabil padahal > kebutuhannya harus stabil selama 24 jam/ hari dan 365 hari/ tahun, ya > mau gak mau harus menggunakan UPS dan battery, dimana jumlah > batterynya cukup banyak, tergantung seberapa jauh ketidak stabilan > suplai daya listrik yang diterima dari pembangkit Listrik tersebut. > Yang mahal itu ya harga batterynya. > Setahu saya, sampai saat ini belum ada battery yang handal untuk UPS > yang harganya murah. > Kecuali kita bisa menemukan teknologi pembuatan battery yang murah meriah. > > Salam, > > Adyanto Aditomo
