Pasokan daya takterputus (UPS--uninterrupted power supply) pada dasarnya digunakan sebagai sumber daya untuk alat-alat kritis yang tidak boleh terganggu operasinya seperti komputer dan akhir-akhir ini untuk BTS. UPS mempunyai komponen utama: adaptor (mengubah AC -> DC sebagai pengisi aki), aki (sebagai penimbun muatan listrik), konverter (sebagai pengubah DC aki menjadi AC keluaran), dan regulator (sebagai pengatur tegangan agar tidak turun naik).. Ketika PLN tersambung, daya disalurkan ke UPS yang akan mengisi aki dan menyalurkan daya ke beban (setelah diatur tegangannya). Ketika PLN terputus, secara otomatis sumber daya dialihkan ke aki yang melalui konverter tegangan DC rendah diubah menjadi tegangan AC 220/380 sebagai keluaran UPS. Dengan demikan beban tidak pernah terganggu pasokan dayanya sehingga akan beroperasi secara bersinambungan.
Di rumah ups-ups-an (sumber daya lampu darurat) dapat dirangkai dengan menggunakan PS komputer yang sudah rusak tetapi keluaran 12 VDC-nya masih bagus; ini difungsikan sebagai adaptor. Kemudian manfaatkan aki lemah yang diambil dari mobil. Untuk lampu darurat, tidak perlu menggunakan konverter cukup dengan menggunakan lampu Philips (atau sejenis) 12 V. PS bekas diparalelkan dengan motor pompa sanyo agar setiap hari secara otomatis aki diisi. Jika PLN padam dengan bantuan relai, aki akan terhubung dengan lampu sehingga kita tidak perlu repot-repot memindahkan lampu darurat dari tempat pengisiannya ke tempat yang dibutuhkan. Di rumah saya, beberapa lampu dipasang di ruangan penting: di atas meja makan, di kamar mandi, dan di dapur. Tergantung perawatan, satu aki umumnya dapat menyalakan tiga buah lampu 20 WDC selama satu jam. Karena aki mobil umumnya sudah harus diganti setiap 1,5 tahun, dua atau tiga aki dapat diparalelkan sehingga waktu penyalaan lampu darurat bisa diperlama. --- On Fri, 10/2/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote: From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: JALAN TOL To: [email protected] Date: Friday, October 2, 2009, 5:41 AM mBak Pudimartini, UPS itu gunanya banyak, antara lain : 1. Merubah listrik DC jadi AC atau dari listrik AC yang kualitasnya buruk menjadi listrik AC yang kualitasnya sesuai dengan yang kita kehendaki. Motor Penggerak yang efisien kan umumnya Motor AC/ Motor Induksi. 2. Sebagai stabilisator tegangan dan frekuensi listrik. Jika tegangan dan frekuensi listrik tidak stabil, beban listrik akan cepat rusak. Mungkin kita bisa buat sendiri UPS dengan harga yang ekonomis. Battery itu gunanya: Untuk menyimpan energi listrik yang diterima oleh pembangkit. Jika suplai energi listrik cenderung stabil selama 24 jam/ hari sepanjang tahun, mungkin untuk Pembangkit Listrik Tenaga Angin dan Tenaga Ombak tidak perlu menggunakan UPS karena bisa langsung menggunakan Generator Sinkron seperti yang diterapkan pada Pembangkit Listrik Mini Hydro yang memanfaatkan aliran air sungai untuk menggerakkan Generaor Sinkron tersebut. Bila diterapkan pada Tebaga Surya, mungkin battery yang digunakan tidak perlu terlalu banyak. Tetapi bila suplai energi listriknya cenderung tidak stabil padahal kebutuhannya harus stabil selama 24 jam/ hari dan 365 hari/ tahun, ya mau gak mau harus menggunakan UPS dan battery, dimana jumlah batterynya cukup banyak, tergantung seberapa jauh ketidak stabilan suplai daya listrik yang diterima dari pembangkit Listrik tersebut. Yang mahal itu ya harga batterynya. Setahu saya, sampai saat ini belum ada battery yang handal untuk UPS yang harganya murah. Kecuali kita bisa menemukan teknologi pembuatan battery yang murah meriah. Salam, Adyanto Aditomo
