membaca (untuk kesekian kalinya) berita mengenai politik uang untuk meraih 
suara dalam sebuah ajang pemilihan pimpinan sebuah lembaga- apapun 
namanya-rasanya semakin menipiskan harapan munculnya sebuah bentuk kehidupan 
berdemokrasi yang dilandasi kejujuran, dan integritas yang sebenarnya merupakan 
pilar utama bagi bangunan demokrasi itu sendiri. Semoga apa yang dipertontonkan 
para politisi yang sedang bermain-main dalam munas Golkar menjadi referensi 
penting bagi kita  untuk tidak lagi bingung dalam menentukan sikap terhadap 
siapa yang akan memimpin kelak. Sembari tetap berdoa agar Tuhan bermurah hati 
menolong bangsa ini.

Terkirim dari telepon Nokia saya


-----Pesan Asli-----
Dari: Boni Triyana
Terkirim:  07/10/2009 13:34:45
Subjek:  Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Muladi: Politik Uang Wajar, Asal Untuk 
Kepentingan DPD

Pathetic.....





--- On Wed, 7/10/09, Agus Hamonangan <[email protected]> wrote:


From: Agus Hamonangan <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Muladi: Politik Uang Wajar, Asal Untuk 
Kepentingan DPD
To: [email protected]
Date: Wednesday, 7 October, 2009, 1:07 PM


 



Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/10/07/ 12275033/ Muladi.Politik. 
Uang.Wajar. .Asal.Untuk. Kepentingan. DPD

PEKANBARU, KOMPAS.com - Isu politik uang semakin kencang berembus menjelang 
pemilihan Ketua Umum Partai Golkar 2009-2014 , sejak sehari sebelum pemilihan. 
Angka transaksinya pun cukup fantastis. Salah seorang bakal calon ketua umum, 
Yuddy Chrisnandi, mensinyalir satu suara dihargai Rp 500 juta hingga Rp1 miliar.

Menurut politisi senior Golkar, Muladi, politik uang bukan merupakan masalah. 
"Politik uang untuk kepentingan DPD tidak masalah," kata Muladi, di Hotel 
Labersa, Pekanbaru, Riau, Rabu (7/10).

Yuddy, yang menggulirkan isu politik uang, mengaku mendapatkan informasi yang 
cukup valid dari sejumlah kader daerah. Tak mudah menemukan pimpinan DPD 
tingkat II yang mau buka suara tentang tawaran-tawaran yang disodorkan kepada 
mereka. Ketua DPD Kabupaten Minahasa Utara, Inggried Sondakh, menjadi satu dari 
sedikit Ketua DPD yang mau bicara. Ia berpendapat, tawaran-tawaran itu 
merupakan hal yang wajar. Dengan catatan, untuk kepentingan DPD dan partai.

"Kalau tawaran-tawaran, itu untuk organisasi, bukan money politic . Kalau money 
politic kan beli suara untuk pribadi. Kalau untuk DPD dan partai wajar karena 
anggaran untuk daerah selalu ada baik dari provinsi maupun pusat," kata 
Inggried.






Kirim email ke