Ohh...! Begitu toh inti dari posting Om Wal. Tapi mbok ya jangan dikait-kaitkan 
dengan jalan tol Cipularang yang ambles padahal tidak pakai fondasi Cakar Ayam.
Sebetulnya Om Wal bisa memberikan pencerahan jika bisa memberikan informasi 
MENGAPA kontraktor Prancis tersebut tidak mau menggunakan fondasi Cakar Ayam. 
Apakah pertimbangannya bersifat politis, teknis, atau biaya? Dari sini kita 
bisa berdiskusi lebih lanjut


Salam
Satria

--- On Wed, 10/14/09, Wal Suparmo <[email protected]> wrote:


> Ibu Pudi,
> Semula SEMUA pekerjaan di Bandara menjadi satu paket karena
> tender dimenangkan kontraktor Perancis.. Tetapi karena
> kontraktor Perancis tidak setujui R/W, Apron.T/W HARUSĀ 
> dibuat dengan cakar ayam dalam rangka PROMOSI patent orang
> Indonesia, maka akhirnya Perancis mengundurkan diri dan
> hanya membangun GEDUNG TERMINALĀ  bandara saja.
> Kenyataannya sekarang setelah 30 tahun, baik CAKAR AYAM
> maupun LABA-2 TIDAK BISA DI JUAL( TIDAK LAKU) DI DUNIA,

> Wasalam,
> Wal Suparmo

Kirim email ke