Beberapa asumsi yang perlu dipertanyakan: 1. Betulkah mantan Kepala Stasiun Beos mematikan HP-nya waktu kerja bakti? 2. Betulkah mantan Kepala Stasiun Beos tidak memberi tahu anak buahnya ke mana dia pergi? 3. Betulkah mantan Kepala Stasiun Beos tidak mendelegasikan wewenang kepada anak buahnya selama dia pergi kerja bakti? Mari klarifikasikan hal-hal ini dulu sebelum terlanjut dijadikan landasan untuk menghakimi dia. manneke
--- On Thu, 10/29/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote: From: Adyanto Aditomo <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Duh, Kepala Stasiun Beos Dicopot! To: [email protected] Received: Thursday, October 29, 2009, 6:29 AM Pada dasarnya, seorang Pimpinan yang Bertanggung Jawab, bila terpaksa harus keluar kantor, harus menjelaskan kepada bawahannya tentang apa saja yang harus diwaspadai selama dia di luar kantor dan meminta langsung menghubungi dia lewat HP bila ada masalah yang sifatnya emergensi. Konsekuensinya, HP tidak boleh dimatikan selama yang bersangkutan berada diluar kantor. Kalau perlu, Pimpinan harus punya HP khusus untuk urusan kantor, yang tidak boleh dicampuri oleh urusan Pribadi. Sehingga, bila ada keadaan darurat di Kantor, HP pasti bisa dihubungi. Rasanya itu prosedur standard bagi pimpinan dimanapun. Bila prosedur standard tersebut dilanggar, ya resikonya dia harus tanggung sendiri. Salam, Adyanto Aditomo
