Menurut saya ya itu, APES. Tapi nasib apes seperti ini bisa dicegah kalo 
mentrinya gak gusrah gusruh dan periksa dulu keadaan sebetulnya bagaimana.
 
manneke

--- On Fri, 10/30/09, Adyanto Aditomo <[email protected]> wrote:


From: Adyanto Aditomo <[email protected]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Duh, Kepala Stasiun Beos Dicopot!
To: [email protected]
Received: Friday, October 30, 2009, 10:27 PM


 



Bung Manneke,
 
Asumsi itu diambil dari tulisan wartawan di Media Massa bahwa Kepala Stasiun 
tidak bisa dihubungi dan bawahannya tidak ada yang mau mengaku bertanggung 
jawab selama Kepala Stasiun tidak ada di tempat.
Soal tidak bisa dihubungi, bisa karena HP nya dimatikan atau sinyal HP lemah.
Bila disebabkan karena HP dimatikan, itu tindakan ceroboh.
Bila karena betterynya habis, itu juga tindakan ceroboh.
Bila karena blank spot, sebaiknya Ka Stasiun harus menggunakan Provider yang 
tidak ada area blank spot di wilayah kerja kantor dia.
Bila karena HP nya kebetulan rusak, ya itu apes namanya.
Untuk kasus bawahannya tidak ada yang mau mengaku telah diberi 
pelimpahan kewenanga n selama Ka Stasiun tidak ditempat, kalau hal tersebut 
dilakukan karena Sang Bawahan takut dimarahi oleh Mentri, ya itu namanya apes 
untuk Sang Kepala Stasiun.
Dia tidak jeli memilih bawahan yang bisa diberi tanggung jawab.
Tetapi kalau memang benar dia tidak melimpahkan kewenangannya kepada 
bawahannya, itu namanya juga ceroboh.

Tetapi menurut saya, apapun kesalahan Ka Stasiun Kota, sebelum dijatuhi hukuman 
dia harus diberi kesempatan untuk membela diri di forum yang terbuka dan adil.
Dengan demikian, semua pihak yang menjadi bawahan sang Mentri akan bekerja dan 
bertindak secara bersungguh - sungguh saat melaksanakan pekerjaannya.
 
Bukan rahasia lagi kalau kualitas Pelayanan di PT Kereta Api semakin lama 
justru semakin memburuk.
Kita bisa menyaksikan betapa padatnya penumpang KA Jabodetabek selama bertahun 
- tahun tanpa ada solusi untuk menyelesaikannya.
Banyaknya Penumpang yang duduk di atap Gerbong dan banyak yang tidak beli 
karcis, menunjukkan betapa buruknya kualitas pelayanan KA bagi masyarakat.
 
Salam,
 
Adyanto Aditomo

Kirim email ke