Salam, Menurut fikiran sehat PLTN mau tidak mau HARUS dibangun. Persoalannya hanya DIMANA. RI harus bersedia berkorban dengan mengeluarkan biaya yang banyak untuk TRANSMISI karena PLTN hendaknya dibangun di pulau terpencil tanpa penduduk di sekitar Kalimantan( satu2nya pulau yang aman gempa).. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Kam, 5/11/09, Agus Hamonangan <[email protected]> menulis: Dari: Agus Hamonangan <[email protected]> Judul: [Forum-Pembaca-KOMPAS] PLTN Tetap Dibangun Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 5 November, 2009, 8:35 AM http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2009/11/05/ 03040373/ pltn.tetap. dibangun Jakarta, Kompas - Dalam peta jalur pengembangan industri energi nuklir di Indonesia, pembangunan dua pembangkit listrik tenaga nuklir menurut rencana akan dimulai tahun depan. Dengan demikian, pada tahun 2016 diperkirakan PLTN sudah mulai beroperasi. Meski demikian, hingga kini belum ada pihak kontraktor yang ditetapkan untuk melaksanakan pembangunannya. Ini diungkapkan Adi Wardoyo, Deputi Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Bidang Pengembangan Teknologi dan Energi Nuklir, Senin (2/11). Cetak biru pengelolaan energi nasional, ujar anggota Komisi VII DPR, Muhamad Najib, dalam lokakarya Jumat (30/10) di Jakarta, menetapkan peta jalan (roadmap) pengembangan industri energi nuklir hingga tahun 2025. Peta tersebut berbasis pada pengambilan kebijakan pengelolaan energi nuklir jangka panjang tahun 2005-2010. Peta jalur itu menetapkan pembangunan PLTN 1 dan PLTN 2 tahun 2010 hingga 2011. Rencananya tahun 2016-2017 PLTN beroperasi. Dua tahun kemudian (2018-2019) dilaksanakan pembangunan PLTN 3 dan 4. Pengoperasiannya tahun 2023-2024. "Ditargetkan energi nuklir memasok 4-5 persen listrik Jawa-Madura dan Bali pada tahun 2025," tutur Muhamad Najib. Menurut dia, sasaran energi (primer) mix tahun 2025, seperti diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional disebutkan, pemanfaatan nuklir hanya sekitar 1 persen dari kelompok energi baru dan terbarukan—total target 5 persen. Dalam rapat koordinasi dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi, lanjutnya, Komisi VII DPR meminta Batan melakukan berbagai upaya strategis untuk percepatan pemanfaatan energi nuklir untuk reaktor energi. Selain itu, perlu dilakukan berbagai studi komprehensif pemanfaatan uranium alam Indonesia dan penelitian limbah nuklir. Diperlukan pemilihan teknologi yang andal dan kompetitif. Komisi VII meminta penyiapan sumber daya manusia yang kompeten dan berpengalaman untuk operasional PLTN serta meningkatkan sosialisasinya. Kemampuan SDM tidak hanya dilihat dari aspek teknis, tetapi juga budaya. Komisi DPR juga menekankan perhatian kepada keamanan sistem pengoperasian, ketenteraman, keselamatan, dan kesehatan pekerja dan masyarakat serta perlindungan terhadap lingkungan hidup. "Masyarakat harus mendapat informasi, baik sisi positif maupun negatif, terkait PLTN," ujarnya. Dalam persiapan pembangunan PLTN, Batan fokus pada pengembangan infrastruktur nuklir dan penyiapan SDM yang diperlukan untuk mendukung program nuklir nasional itu. "Saat ini dilaksanakan swaevaluasi infrastruktur dasar pendukung program," ujar Adi. (YUN) Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]
