Mas Andry Kayanya masih belum memahami "stage of development" yang mungkin dianggap kelompok perfectionist sebagai mubazir layaknya anggapan mas dengan banyak reaktor riset yang dibuat di berbagai lokasi. Jadi dalam rangka try and error, berbagai kapasitas seperti layaknya seorang yang melakukan uji plot dengan berbagai skenario.
Jadi proses pembelajaran untuk nantinya dikembangkan baik itu duplikasi, modifikasi atau mengubah dan bahkan memperbaiki adalah kemampuan akhir yang diharapkan dari sebuah try & error reseacrh dari sesuatu yang unknown atau belum proven. Apakah kurangnya pekerjaan di kantor, rendahnya dana alokasi riset dari negara atau tidak sesuainya alat yang tersedia seperti pada saat mengambil gelar di luar negeri akan memudarkan budaya riset seorang peneliti seperti anda. Saya yakin jawabnya menjadi tidak. Jangan pakai istilah gurulah terpaksa ngojek karena penghasilan guru kecil, sehingga kinerja menjadi rendah. Mudah-mudahan budaya peneliti terus ada di diri mas. Masalah duri atau daging itu adalah potret dari apa yang telah kita buat, jadi jangan selalu melihat itu datangnya dari pihak orang lain. Marilah melihat ke depan untuk terus memperbaiki. PLTU bukan pilihan kalimantan M.I. HUSSEIN 2009/11/16 andryansyah <[email protected]> > > > Ini soal PLTN kan pak Hussein?? > > Saya kira soal onani itu tepat sekali, dan itu yang saya lihat di > penelitian yang umun dilakukan di negeri ini. Bukti kuatnya adalah, lihatlah > apa yang direkomendasikan oleh DRN dan penelitian apa yang katanya dilakukan > yang bisa dibaca di banyak seminar!! > > Pak Hussein ini sebenarnya paham atau tidak dengan reaktor riset?? Kalau > ukurannya isotop yang dihasilkan, maka sangat bodoh dan konyol negeri ini > punya hingga 3 reaktor riset!! Coba google informasi di seluruh dunia, > sebodoh inikah negara punya reaktor riset hanya untuk buat isotop. Dayanya > ada yang sampai 30MWth, mosok untuk sekedar produksi isotop?? > > Kalau ingin tau warna kantor di mana saya ada, makanya saya undang ke > kantor dengan harapan tidak tertipu dengan apa yang pak Hussein tahu selama > ini. Main ke LIPI di sekitar Puspiptek juga akan saya antar, sekedar > membuktikan tidak hanya di tempat saya yang seperti itu. Ke BPPT sekitar > kantor juga akan saya antar....DAN INI SERIUS, demi tidak tertipunya orang > akan informasi yang tersedia. > > Saya mengerti mengapa Kalimantan dan Bangka ingin PLTN. Tetapi mengapa > tidak ngotot dulu dengan PLTU? > > Kalau ada yang merasa saya sebagai duri di kantor, saya yakin orang itu > adalah pejabat yang memang sangat tega hanya demi kedudukannya sendiri dan > orang yang suka tipu-menipu. Ini bukan berarti saya tidak pernah bohong, > tetapi alasan untuk berbohong itu lho yang saya anggap konyol. > > > andry
