Yth. Pak Subekti

Artinya simpel saja ya. Baik energi nukoir maupoun energi terbarukan lainnya, 
kita sama-sama tidak siap ?

Salam,


Ma'rufin




________________________________
From: metnetjp2008 <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, November 16, 2009 1:03:37 PM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: PLTN Tetap Dibangun (Status terakhir)


Yth Adyanto Aditomo,

Sampai sekarang status pengembangan PLTN masih jalan di tempat.
Hal itu terjadi karena peran banyak pihak.

Status terakhir, opsi PLTN sudah dijelaskan dan diamanatkan
dalam UU.17/2007 dan Perpress.5/2006. Tapi dipotong kompas
oleh Blueprint pengelolaan energi nasional 2010-2025 dan
RUKN 2008-2027 yg meniadakan opsi PLTN.

Di kompas, "PLTN terkendala 5 faktor" Kompas, 6 Nov.2009.
5 faktor yg dimaksud oleh pak Rinaldy adl:
- SDM tdk siap
- bahan bakar tidak siap
- pengkayaan tidak siap
- pemerintah belum menentukan teknologi PLTN
- dana belum ada.

Dalam forum workshop Energi Baru dan Terbarukan (EBT) bbrp hari
sebelum national summit, Pak Rinaldy juga menyebutkan bahwa
kita tidak perlu pusing memikirkan energi demmand, apalagi
pusing melihat grafik peningkatan kebutuhan energi pada
tahun 2050, karena pada tahun tersebut konsep rumah berdinding
dan beratap solar-cell sudah mendunia.

Dlm forum EBT yg sama, seorang peneliti solar-cell (LIPI)
menegasi pernyataan pak Renaldy tsb. Dan bila 5 faktor kendala
PLTN diterapkan dalam energi solar-cell, jawabannya juga SAMA!
- SDM tdk siap
- bahan bakar tidak siap
- pemurnian tidak siap
- pemerintah belum menentukan teknologi solar-cell
- dana belum ada.

Salam,
Muhammad Subekti

Kirim email ke