Tidak sesimpel itu menyamakan UN dengan TOEFL. Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan, UN ini ada di jenjang SD - SMU, yang sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai Wajib Belajar (masih 9th?). Kalau sudah dinyatakan wajib belajar, maka pemerintah harus menyediakan sarana prasarana yang standar. Hal ini beda dengan TOEFL yg sifatnya secondary. Jadi, sebelum hasil ujian distandarkan, standarkan dulu sarana prasarananya.
riyanto -----Original Message----- From: upi banuarea <[email protected]> Date: Wed, 9 Dec 2009 23:31:43 To: <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] UN seperti IELTS/TOEFL Dear all, Para akademisi anggota milis yang terhormat tentunya sedikiit banyak tahu dan pernah mengambil test kemampuan bahasa Inggris semacam IELTS atau TOEFL. Tak peduli Anda belajar Bahasa Inggris dimana, di kota besar atau di daerah, ikut les dulu atau tidak, berapa lama sudah belajar, sudah sampai level berapa, dan entah sudah berapa banyak biaya yang Anda keluarkan untuk itu, bila Anda ikut test IELTS atau TOEFL, maka itu berarti Anda mengikuti test yang akan mengukur kemampuan berbahasa Inggris Anda. Skor yang Anda peroleh menunjukkan kompetensi berbahasa Inggris yang Anda punya. Bila punya skor di bawah 3, maka mohon maaf, Anda dinyatakan tidak memiliki kompetensi berbahasa Inggris yang memadai (memadai = diakui secara internasional fasih berbahasa Inggris, baik tulisan maupun lisan). Dan tentu saja, soal2 test dalam IELTS atau TOEFL tidak dibuat oleh guru bahasa Inggris Anda. UN juga demikian. Tidak peduli Anda sekolah SMA di mana, di kota besar atau di daerah, ambil les atau tidak, berapa lama Anda belajar di jenjang SMA, sudah tuntas materinya atau belum, dan sudah berapa banyak biaya yang Anda keluarkan untk belajar, bila Anda ikut UN, maka itu berarti Anda mengikuti test yang akan mengukur kemampuan Anda sebagai lulusan SMA (khususnya hanya untuk kemampuan di 3 bidang studi: mat, bahasa Ind dan IPA). Skor yang Anda peroleh menunjukkan kompetensi Mat, Bhs Ind, dan IPA yang Anda punya. Bila punya skor di bawah 5, maka mohon maaf, Anda dinyatakan tidak memiliki kompetensi Mat, Bhs Ind dan IPA yang memadai. Dan tentu saja, soal2 test dalam IELTS atau TOEFL tidak dibuat oleh guru Anda di sekolah. Masalahnya: Soal IELTS atau TOEFL tidak bocor. Soal UN bocor. Kalau IELTS atau TOEFL dapat skor 3, boleh ambil test lagi, bayar lagi, sampai mencapai skor yang membanggakan. Boleh juga berhenti sampai di situ. Tidak ada keharusan apalagi paksaan. Sedangkan UN tidak. IELTS dan TOEFL dipercaya menjadi test yang standar mengukur kemampuan berbahasa Inggris, dan hasil skor lulusannya diakui di mana2. UN tidak. Jadi, masalahnya bukanlah: UN ada atau tidak. Tapi, bagaimana mendirikan UN sejajar dengan prestise IELTS atau TOEFL. Always Warm Regards >> upi
