Sebenarnya justru pendapat saudara ini yang sangat jauh dari dunia reformasi. Setidaknya saya memandang apa yang diuangkapkan dalam bahasa teman2 milis masih dalam koridor kritis yang membangun. Tidak ada yang seenaknya sendiri. Masih dalam rangka reformasi berfikir kita sendiri.
Semua kritik yang disampaikan teman2 miliser sangat bagus sekaligus menggelitik (meski ada dan tidak sedikit yang mungkin salah persepsi). Tapi kawan, kritik sepedas apapun harus kita akui. Nah (tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada para moderator) kenapa para moderator kita terkesan takut dengan pembredelan perbendaharaan-list ini. Saya jadi ingin bertanya, apakah pembentukan perbendaharaan-list y.l. seizin kantor pusat atau pejabat2 tertentu? Sehingga sang pejabat tersinggung dan merasa perlu 'membredel'? Ingat (kalau Mas Eko seorang muslim), rasulullah muhammad saw bersabda "Qulil Haqqan Walau Kaana Murran!" artinya katakan sebenar2nya meski pahit rasanya. Dan kenyataan membuktikan, bahwa kebenaran tlah mengungkapkebusukan, kebenaran membuka jalan keadilan yang sebenar2nya. Kebenaran memang telah dirasakan pahit oleh orang2 pelanggar kebenaran itu sendiri. Maka perlu "menutup mulut" para vokalis yang hanya mengganggu stabilitas kekuasaan! Setidaknya "pembredelan" telah dirasakan seorang 'whistle blower' kita di salah satu KPPN Percontohan. "Beliau" telah 'dikandangkan' di Seksi Vera! Padahal sebelumnya pada SK penempatan ada di Sie Perbendaharaan, hanya karena sang kepala tersinggung dengan tulisannya di Perbendh-list. Jadi, kayaknya kita perlu bersopan2 terus untuk menegakkan kebenaran yang hanya didominasi para pemegang kekuasaan? So, kalo tidak mau dikritik jangan baca, jangan dengar kritikan. kalo tidak merasa korupsi, jangan tersinggung kalo ada demo menentang korupsi. Alam dan isinya telah membaca........ Wallahu a'lam bish showab! ekoadadisini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selamat buat Forum-Prima, keep rockin!!! thanks bwt temen2 moderator yg tetep berusaha agar milis ini bisa tetap berdiri walau ada beberapa hal yang musti diubah, saya sendiri tidak mempermasalahkan perubahan nama ini, tapi memang sangat disayangkan hal ini harus terjadi... tanpa bermaksud menggurui, sebaiknya memang dalam mengemukakan pendapat kita jangan seenak perut sendiri, karena dalam berkomunikasi ada 2 hal yang cukup penting: 1. Isi Pesan 2. Cara Penyampaian
