Betul and setujuuu banget. kritik itu memang sangat perlu karena tanpa kritik
maka yang terjadi adalah kediktatoran. Dengan banyaknya kritik yang masuk
berarti ada yang belum tepat dengan kebijakan yang dibuat. Semakin tajam
kritikan yang masuk berarti semakin gak bener juga, meskipun harus dibedakan
mana kritik yang bersifat mengoreksi dengan kritik yang hanya menghujat karena
ketidaksenangan terhadap seseorang. Pepatah bilang semut di seberang lautan
nampak jelas kelihatan, tetapi gajah di pelupuk mata tidak kelihatan. Artinya
apa yang kita lakukan akan dikoreksi dan dinilai oleh orang lain, apabila
perbuatan kita benar dan tidak menzolimi orang lain maka kita akan mendapatkan
senyuman dan doa, tetapi perbuatan kita banyak menyengsarakan orang lain maka
yang akan kita dapatkan adalah kebencian dan doa juga (terserah mo didoain
gimana oleh orang yg disakiti). Ingat loh doa orang yang teraniaya makbul, jadi
hati-hati aja
Salam pisss selalu
Den Loesi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Buanglah sgla pujian ke KERANJANG SAMPAH, dan simpanlah kritikan ke
dalam KERANJANG EMAS,.....
Klo g mamu dikritik ya jangan berbuat salah,...
Emang bisa g berbuat salah???
Nha itu yg g bisa,....minimal hindari sejauh mungkin, radiasinya kuat
tu lebih kuat dari ledakan nuklir,...
Klo masih salh juga????
Minta maaf,....
Klo g mau maafin????
Bodo amat, yg penting dah minta maaf dengan ihklas.....
Btw, ada yang tau g beda kritik n caci maki???
Mungkin ada yang bisa njelasin disini dengan tata bahsa yang mudah
dicerna,...coz klo loesi yang njelasin ntar takut belepotan,..
V n L
--- In [email protected],
"bajigauchost_3" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setuju banget... ajip....ajip....1000000000x
> tidak ada negara yang maju, tanpa kritikan....
> kalo ndak mau dikritik, ya bertindak yang benar... he.he.he
> kritikan hanya cukup 2 jawaban : diklarifikasi atau memperbaiki
diri.
> makasih
>
>
>
>
>
> --- In [email protected], Abi kasman kasman <mgt_abf4@>
> wrote:
> >
> > Sebenarnya justru pendapat saudara ini yang sangat jauh dari dunia
> reformasi. Setidaknya saya memandang apa yang diuangkapkan dalam
> bahasa teman2 milis masih dalam koridor kritis yang membangun. Tidak
> ada yang seenaknya sendiri. Masih dalam rangka reformasi berfikir
kita
> sendiri.
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]