Abi kasman kasman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sebenarnya justru pendapat saudara ini yang sangat jauh dari dunia
reformasi. 

ESN:
masa sih??emang ga bisa reformasi tanpa postingan kata2 kasar?? :)


Setidaknya saya memandang apa yang diuangkapkan dalam bahasa teman2
milis masih dalam koridor kritis yang membangun. Tidak ada yang
seenaknya sendiri. Masih dalam rangka reformasi berfikir kita sendiri.

ESN:
setuju mas, tapi ada beberapa postingan yang menurut saya sih lebih ke
arah emosional semata, dibanding kritik pedas :) 

> 
> Semua kritik yang disampaikan teman2 miliser sangat bagus sekaligus
menggelitik (meski ada dan tidak sedikit yang mungkin salah persepsi).

ESN:
nah, itu dia maksud saya supaya pesan kritik yang disampaikan itu
tidak jadi salah persepsi terutama pada persepsi orang yang dituju


> Tapi kawan, kritik sepedas apapun harus kita akui. Nah (tanpa
mengurangi rasa hormat saya kepada para moderator) kenapa para
moderator kita terkesan takut dengan pembredelan perbendaharaan-list ini. 
> Saya jadi ingin bertanya, apakah pembentukan perbendaharaan-list
y.l. seizin kantor pusat atau pejabat2 tertentu? Sehingga sang pejabat
tersinggung dan merasa perlu 'membredel'?

ESN:
gimana mas moderator :)

> Ingat (kalau Mas Eko seorang muslim), rasulullah muhammad saw
bersabda "Qulil Haqqan Walau Kaana Murran!" artinya katakan
sebenar2nya meski pahit rasanya.
> Dan kenyataan membuktikan, bahwa kebenaran tlah mengungkapkebusukan,
kebenaran membuka jalan keadilan yang sebenar2nya.
> Kebenaran memang telah dirasakan pahit oleh orang2 pelanggar
kebenaran itu sendiri. Maka perlu "menutup mulut" para vokalis yang
hanya mengganggu stabilitas kekuasaan!

ESN:
saya kristen mas, tapi saya setuju dengan pesan tersebut "katakan yang
sebenarnya walaupun pahit" :) karena "honesty is the best policy" :)

karena itu saya sangat suka postingan2 kritis dari mas amir s yahya,
yang walaupun terkadang terasa pahit tapi memang benar-benar terasa
kebenarannya

> Setidaknya "pembredelan" telah dirasakan seorang 'whistle blower'
kita di salah satu KPPN Percontohan. "Beliau" telah 'dikandangkan' di
Seksi Vera! Padahal sebelumnya pada SK penempatan ada di Sie
Perbendaharaan, hanya karena sang kepala tersinggung dengan tulisannya
di Perbendh-list.

ESN:
waduh, gawat tuh

> Jadi, kayaknya kita perlu bersopan2 terus untuk menegakkan kebenaran
yang hanya didominasi para pemegang kekuasaan?
> So, kalo tidak mau dikritik jangan baca, jangan dengar kritikan.
> kalo tidak merasa korupsi, jangan tersinggung kalo ada demo
menentang korupsi. Alam dan isinya telah membaca........
> Wallahu a'lam bish showab!
> 

ESN:
hehe... semoga tetep ada pejabat kita yang siap dikritik, karena
sesungguhnya kritikan itu hanya untuk yang lebih baik



Kirim email ke