Speechless....
masih terpukau dengan tulisan mas zaenal,
masih teringat perjuangan membentengi keborosan satker,
masih teringat perjuangan membentengi kesalahan satker,
pagar telah dirobohkan, containt kontrol telah dihapuskan,

do or do not...
theres is no try...
( jedi master )

bila merobohkan pagar
ingatlah ... untuk apa dulu itu didirikan...
( dan jen Kopassus Agum Gumelar )

nggak gitu kali om ....



--- In [email protected], zaenal abidin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Rekan-rekan anggota milis yang berbahagia….
>
>   Tulisan dari Pak Wardjianto dan Pak Muhardi Karijanto adalah
sebuah  nasehat dan pembelajaran sekaligus kritik yang membangun buat
kita semua.
>   Pak Wardjianto mempertanyakan apakah kita masih bisa menjadi guru
yang "mumpuni" dimasa yang akan datang? Mengingat kalau melihat
kinerja /SOP KPPN yang sekarang yang memposisikan KPPN hanya sebagai
"juru bayar" atau sebagai Bank penyimpan Dana Milik PA/KPA, sehingga
beliau berdua khawatir, dimasa yang akan datang "Ilmu perbendaharaan"
yang kita miliki "insan perbendaharaan"  akan tumpul / luntur ditelan
 waktu karena jarang "diasah" atau jarang dipergunakan.
>   Pak Wardjianto mengingatkan kita bahwa hendaknya kita menyadari
bahwa dalam menyelesaikan pekerjaan , kita tidak sekedar berpedoman
pada SOP semata tetapi juga perlu didasari pada penguasaan
peraturan-peraturan perbendaharaan yang masih relevan diterapkan,
sehingga diharapkan  disa

Kirim email ke