Maaf permisi ikut urun rembug. Yang saya tahu dana apbn yang di SBI kan konon bersumber dari DAU. Disini saya melihat ada kelemahan di DJPBN dalam hal ini KPPN karena ada kecenderungan membayar DAU sebesar seper dua belas (1/12) setiap bulannya, padahal dana yang begitu besar (Sekali tarik puluhan milyar lho, ada yang ratusan malah)tidak langsung digunakan oleh PEMDA sehingga membuka celah pejabat PEMDA untuk meng-SBI kan dana yang sudah ditariknya. Kalo diarahkan ke SUN saya rasa itu juga sama saja alias podo wae, dana tetap menganggur (idle cash), karena DAU diperuntukkan untuk membantu keuangan daerah dalam rangka percepatan pembangunan. Menurut saya yang lemot ini alangkah lebih baik kalau DAU dicairkan setiap bulan sebatas kebutuhan rutinnya (gaji PNS pemda dan operasional rutin lainnya, tidak hantam kromo 1/12) sisanya bisa dicairkan dengan mekanisme yang hampir menyerupai DAK, yaitu sudah ada program yang jelas berikut waktu pelaksanaannya. Lebih kurangnya mohon maaf karena saya yang lemot dan ingusan ini memberanikan diri urun rembug materi yang pelik ini.
HaBeWe --- den baguse ngarso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Atas opininya, kami mengucapkan terima kasih untuk > Pak > Suba Sita (Jw: "tata krama/ sopan santun"). Kalau > tidak sa- > lah, di harian yg sama juga disinggung bahwa: akan > diambil > langkah agar dana yg mengendap di SBI tersebut > dialokasi- > kan ke SUN. Policy yg demikian tentu tidak sinergis > deng- > ngan kaidah pembiayaan yg efisien. Dalam kalkulasi > makro, > akan melemahkan investasi. Ada dua langkah: (1) > mengaden- > dum pasal 36 ayat (1) UU No..33/2004, dengan segala > kon- > sekuensi politisnya, (2) mengatur kembali > pelaksanaan pasal > dimaksud dengan persyaratan yg mengikat. Salam. > > Ngarso > _____________________________________________ > > ----- Original Message ---- > From: suba sita <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Cc: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, October 10, 2007 12:41:54 PM > Subject: [Forum Prima] Dicari Jalan agar dana APBN > tidak masuk ke SBI > > Komisi XI DPR RI sedang mencari solusi atas > rendahnya > penyerapan anggran. Juga ingin melibatkan BI untuk > mencari jalan keluar agar dana APBN tidak terpendam > lama di Sertifikat Bank Indonesia (SBI). (Kompas, > Selasa 9 Oktober 2007). Demikian disampaikan oleh > Ketua Komisi XI Awal Kusumah hari Senin. Selanjutnya > "....... kami juga akan mengatur pengiriman uang > dari > pusat ke daerah agar tidak ada peluang > mengendapkannya > di SBI" > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
